Percepat Pemulihan Ekonomi, 14 Kelurahan Disasar Program PKT Kemen-PUPR

PEKALONGAN, JAPOS.CO – Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) terus mempercepat penyaluran Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat dan warga setempat sebagai pelaku pembangunan. Salah satunya di Kota Pekalongan yang menyasar 14 kelurahan di tahun 2021 ini.

Kepala Balai Penerapan Teknologi Konstruksi Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Cakra Nagara,  menjelaskan bahwa kegiatan PKT ini merupakan program dari Pemerintah Pusat melalui Kemen-PUPR di tahun 2021 untuk menggiatkan kembali peran masyarakat dalam mendapatkan pekerjaan secara short term serta melakukan pembenahan infrastruktur yang sudah ada.

“Program ini merupakan bagian dari program KOTAKU yang dicanangkan secara nasional, dimana targetnya ada 2 sasaran utama yang ingin dicapai yakni tingkat kekumuhannya berkurang, dan masyarakat bisa mendapatkan insentif dari pelaksanaan program tersebut yang berjalan dalam kurun waktu sekitar 2 bulan,” jelas Cakra usai menghadiri kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Padat Karya Tunai (Cash For Work) Program KOTAKU Tahun 2021, bertempat di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan,Kamis(4/3/2021).

Sementara itu, Walikota Pekalongan,HA Afzan Arslan Djunaid,SE menyambut baik adanya pelaksanaan program PKT ini di Kota Pekalongan yang bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran di tengah ketidakpastian perekonomian di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, tidak dapat dipungkiri, bahwa pandemi Covid-19 yang ada, telah menyebabkan munculnya kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dimana, kebijakan PPKM ini bertujuan untuk meredam penyebaran virus yang sampai hari ini belum juga berakhir. Namun demikian, kebijakan PPKM ini rupanya berimplikasi pada terhambatnya berbagai kegiatan, baik sosial maupun ekonomi masyarakat.

Dengan terhambatnya aktivitas ekonomi ini, akhirnya membawa dampak yang sangat signifikan pada sektor perekonomian, yang pada akhirnya berimbas pula pada sektor ketenagakerjaan. Banyak diantara masyarakat yang harus terkena PHK, sehingga menyebabkan terjadinya penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, Pemerintah juga telah berupaya untuk menjaga dan menjamin agar kehidupan masyarakat bisa terus bergerak, dengan memperbanyak program JPS, seperti bantuan sosial tunai, kartu pra-kerja, subsidi upah, bantuan modal untuk UMKM, dan sebagainya.

“Oleh karena itu, tepat rasanya manakala Kementerian PUPR melalui Program KOTAKU Tahun 2021 ini, dalam setiap kegiatan menggunakan skema Padat Karya Tunai (Cash For Work). Harapannya, program ini dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pasca Covid-19, sekaligus sebagai upaya memelihara infrastruktur permukiman supaya bisa bermanfaat secara optimal,”tutur Walikota Pekalongan yang akrab disapa Aaf tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Aaf menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian PUPR yang telah turut serta dalam mendukung upaya percepatan pemulihan perekonomian masyarakat melalui pelaksanaan kegiatan Cash For Work melalui Program KOTAKU di Kota Pekalongan. Pihaknya berpesan kepada para Lurah dan Koordinator BKM yang menjadi lokasi sasaran program ini, agar dapat melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan pedoman teknis dan peraturan yang ada.

“Semoga program ini dapat membawa dampak positif bagi pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat, baik selama masa pandemi maupun pasca pandemi Covid-19 terutama di Kota Pekalongan,”terangnya.

Ditambahkan Kepala Dinperkim Kota Pekalongan,Muhammad Sahlan,bahwa pada tahun 2021 ini Kota Pekalongan menjadi salah satu lokasi sasaran kegiatan Padat Karya Tunai (Cash For Work) Program KOTAKU yang merupakan salah satu Program dari Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Republik Indonesia.

Sahlan menyebutkan ada 14 Kelurahan di Kota Pekalongan yang menjadi lokasi sasaran kegiatan Padat Karya Tunai (Cash For Work) Program KOTAKU dengan alokasi anggara Rp. 300.000.000 per Kelurahan sehingga secara keseluruhan Kota Pekalongan mendapatkan alokasi anggaran Rp4,2 Milyar dari Kementerian PUPR untuk mendukung kegiatan Padat Karya Tunai (Cash For Work) Program KOTAKU di tahun 2021 ini.

“14 Kelurahan tersebut tersebar di masing-masing kecamatan yang ada seperti di Kecamatan Pekalongan Barat yakni di Kelurahan Medono,Podosugih,Bendan Kergon,dan Pasirkratonkramat. Untuk Kecamatan Pekalongan Selatan yakni di Kelurahan Sokoduwet,Kuripan Kertoharjo,dan Buaran Kradenan. Sedangkan, di Kecamatan Pekalongan Utara mendapatkan 2 alokasi yakni di Kelurahan Kandang Panjang dan Degayu,” terangnya.

“Sementara di Kecamatan Pekalongan Timur ada 5 titik sasaran yakni di Kelurahan Kauman, Gamer, Noyontaansari, Kalibaros dan Setono. Masing-masing kelurahan mendapatkan alokasi dana program tersebut sebesar Rp 300 juta,”pungkasnya.(Sofi)

 

 67 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *