Pejabat PUPR Kayong Utara Klaim Siap Diperiksa Jaksa.

SUKADANA, JAPOS.CO – Pejabat dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kabupaten Kayong Utara mengaku siap diperiksa kejaksaan terkait proyek di bidang Sumber Daya Air (SDA) Tahun Anggaran 2020.

Kepala Bidang SDA, Syarifah Emi Yuliana alias Emi mengakui, jika segala proyek dibawah kendalinya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sudah diperiksa auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan dinyatakan sesuai dengan kontrak, bahkan menguntungkan negara karena lebih pekerjaan dibandingkan anggaran yang disediakan.

“Silakan periksa, dari segi manfaat, dari segi konstruksi, silahkan tim mau periksa lagi, sesuai ndak (dengan kontrak)” ungkap Syarifah Emi Yuliana, Jumat (5/3/2021) pagi di kantor PUPR, Sukadana.

Jika tidak benar, Emi mengancam akan membuat laporan balik pencemaran nama baik yang akan dilakukan oleh Tim Hukum Pemda bersama pengacaranya.

“Bisa saja tim hukum Pemda membuat laporan balik, kan Pemda tidak mau juga kalo ada anak buah Bupati dipermasalahkan,” kata Emi.

Kalo mau melaporkan sesuatu terutama soal pekerjaanya, haruslah ada bukti yang kuat, bukan opini pribadi karena tidak senang, karena tidak tahu seluk beluk proyek.

“Auditor BPK, Pak Farhan sudah memeriksa seluruh kegiatan kami dan menyatakan tidak masalah, malahan menguntungkan negara karena pekerjaanya lebih dari pagi anggaran,” ungkap Emi.

Mengutip perkataan auditor BPK itu, Emi mengungkapkan apabila jaksa atau polisi mau periksa kegiatanya, dipersilakan meminta data hasil pemeriksaan dari BPK sebagai acuan.

“Khusus proyek di Tanjung Belimbing, hanya segelintir warga saja yang sentimen dengan saya, bahkan saat pekerjaan, ada warga mempengaruhi tekhnis pekerjaan yang bukan ranah warga,” tuturnya.

Emi mengakui, sebagai putra daerah, Ia hanya berniat membangun kampung halaman kelahirannya dengan kemampuan yang dipunyainya.

“Banyak tantangan dan kesulitan dalam memperoleh anggaran dari pemerintah pusat. Sampai-sampai ada dana perjalanan dinas kami yang kami korbankan tida dibayar karena anggaran daerah kita dipotong covid. Semuanya sayanlakukan demi Kayong Utara,” ucap Dia.

Emi mengklaim, tahun 2020, ada 4 proyek strategis yang didapatkanya, yaitu, irigasi Tanjung Belimbing Rp, 1,8 milyar, Irigasi Begasing, Rp 1,5 milyar, irigasi Alur Bandung Rp,1 milyar dan irigasi Matan Jaya Rp 2 milyar.

“Proses panjang proyek yang kami usulkan itu turun, harus melewati 7 meja, dan bolak balik. Jadi janganlah selalu menyalahkan tanpa ketahui duduk masalahnya,” pungkas Emi.

Sebelumnya, Syarifah Emi Yuliana sempat diperiksa polres Kayong Utara pada 25 Februari 2021 terkait dugaan tindak pidana penipuan atau pencurian yang diduga dilakukan oleh seseorang warga Sukadana atas proyek irigasi Begasing.

Kejadian itu viral dan membuat Emi harus melakukan klarifikasi melalui Humas Pemkab Kayong Utara, kendati tindakan itu dianggap tak memahami cara kerja jurnalistik, namun tetap di publikasikan oleh sejumlah media. (Dins)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 541 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *