Jangan Kendor Menerapkan Prokes

CIAMIS, JAPOS.CO – Setelah melakukan tes PCR pada Jum’at (26/02). Bupati Ciamis,  H. Herdiat Sinarya dan Wakil Bupati Ciamis, Yana D. Putra dinyatakan Positif dengan kriteria Orang Tanpa Gejala (OTG). Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Ciamis di Rumah Dinas masing-masing pada Jum’at, (26/02).

Meskipun terkonfirmasi positif namun baik Bupati maupun Wakil Bupati sama- sama tidak merasakan gejala apapun selama ini sebelum pada akhirnya dinyatakan positif Covid-19. “Saya beserta keluarga, istri dan anak terpapar virus Corona-19, tapi kami dengan keluarga tidak bergejala apa-apa, tidak terasa apa-apa kami masih sehat wal’afiat,” kata H. Herdiat.

Hal senada dikatakan Wakil Bupati Ciamis, Yana D. Putra dan keluarga tidak merasakan gejala apapun sebelum dan saat terkonfirmasi Covid-19 dari hasil tes PCR. “Secara umum tidak ada gejala yang saya rasakan, baik itu demam, batuk-batuk, atau sesak napas, tapi tetap saya akan ikut petunjuk dari petugas medis untuk melaksanakan isolasi mandiri sampai dilakukannya tes PCR selanjutnya sampai dinyatakan negatif, mudah-mudahan,” ungkap Yana.

Bupati Ciamis juga menyarankan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ciamis agar tidak perlu panik, tetapi harus tetap mempedomani, melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat, mencuci tangan, memakai masker dan selalu menjaga jarak. Drinya sudah mengkoordinasikan dan melaporkan kejadian ini kepada Gubernur Jawa Barat. “Semua ini kita sudah koordinasikan, sudah laporkan kepada Pak Gubernur Jawa Barat (Kang Emil) dan Alhamdulillah Kang Emil akan secepatnya menindaklanjuti untuk penanganan pandemi covid-19 ini di Kabupaten Ciamis,” ujar H. Herdiat sembari meminta doa kepada seluruh masyarakat Tatar Galuh Ciamis untuk kesembuhannya agar dapat kembali menjalankan tugas.

Imunitas Belum Terbentuk

Menanggapi terpaparnya virus Covid-19 Bupati-Wabup Ciamis, Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ciamis .dr. H. Bayu Yudiawan, MM menjelaskan hal itu bisa terjadi, akibat imunitas yang belum terbentuk secara optimal. “Pembentukan antibodi membutuhkan waktu sehingga saat belum terbentuk kita masih bisa tertular. Vaksin Sinovac dan Sinoval yang digunakan di Indonesia termasuk di Kabupaten Ciamis adalah vaksin dengan virus yang sudah dimatikan sehingga aman dan tingkat resiko sangat rendah.,” jelasnya.

  1. Bayu menuturkan lebih lanjut, bahwa butuh waktu bagi tubuh untuk membentuk respon antibodi dari vaksinasi biasanya satu sampai dua bulan antibodi akan timbul antibodi yang optimal. “Saat terjadi paparan, infeksi dan antibodi belum terbentuk yang bersangkutan masih bisa terkonfirmasi positif, artiannya tertular, itu untuk vaksinasi tahap ke dua. Untuk Bapak Bupati kita ketahui bersama beliau baru di vaksin tahap pertama 3 hari sebelum terkonfirmasi di hari ke-4 nya terkonfirmasi positif terpapar jadi memang belum terbentuk antibodi. Untuk Wakil Bupati dan Ibu Bupati yang sudah melakukan vaksinasi tahap ke-2 baru sekitar 2 minggu yang lalu sehingga antibodi juga belum terbentuk optimal. Tidak ada perlindungan yang sifatnya 100%. Evikasi dari uji klinis vaksin Sinovac dan Sinoval yang kita pakai bisa memberikan perlindungan 65-90 artinya masih ada kemungkinan 35-10% terjangkit. Namun bila sudah mendapatkan vaksinasi, dampak tidak terlalu serius karena memang sudah terbentuk antibodi, ” tuturnya.

Terkonfirmasi positifnya Bupati dan Wakil Bupati Ciamis, tandas dr. Bayu, disebabkan karena aktifitas pelayanan dan kinerja yang sangat padat, serta mobilitas dalam melaksanakan tugas yang mengakibatkan paparan dari luar yang tinggi saat imunitas belum terbentuk optimal. “Saat ini sebagai tindak lanjut, Satgas Covid-19 Kabupaten Ciamis tengah melacak kontak erat dan mensterilisasi seluruh area Gedung Setda Ciamis demi pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ciamis, “ tandasnya. (Mamay)

 

 

 

 

 

 86 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *