Jefri Noer dan Indra Pomi Terset dalam Kasus Koropsi Jembatan Kampar WFC

PEKANBARU, JAPOS.CO –  Sidang dugaan Koropsi Pembangunan Jembatan Kampar Water Front City tahun 2015 -2016 Kamis (4/3/2021 kembali digelar di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Sidang dimulai pukul 9.00 Wib dengan agenda Pembacaan Eksepsi dari Kuasa hukum Terdakwa Adnan, Baihaki SH, dan Putra sembiring Meilala SH, dipimpin oleh Ketua Majelis Persidangan Lilin Herlina, SH. Sementara Jaksa Penuntut KPK dihadiri oleh Surya Tanjung SH. Dalam eksepsi terdakwa mengajukan keberatan atas dakwaan Jaksa terhadap dirinya, Terdakwa menilai jaksa tidak cermat.

Mantan Bupati Kampar, periode tahun 2011- 2016, Jefri Noer, SH, bersama dengan Indra Pomi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan, Kabupaten Kampar tahun 2015 – 2016. Disebut dalam dakwaan jaksa Penuntut KPK.

Nama Jefri Noer dan Indra Pomi yang terseret dalam dakwaan terdakwa Adnan terungkap dalam sidang perdana Kasus dugaan korupsi Pembangunan Jembatan Kampar Water Front City yang di gelar kamis ( 25/2/2021) di Pengadilan Negeri Kota Pekanbaru. Dengan agenda pembacaan dakwaan.

Kasus korupsi Pembangunan jembatan Kabupaten Kampar WFC yang diduga menimbulkan kerugian negara secara materil sebesar Rp 50 miliar ini, menyeret nama Mantan Bupati Kampar, Jefry Noer dan Kepala Dinas Pekerjaan umum dan Pengairan Kabupaten Kampar, Indra Pomi Nasution. Indra Pomi dan Jefri Noer disebut mempunyai peran penting dalam peristiwa koropsi Pembangunan Jembatan Kampar WFC. Selain Jefry Noer sejumlah nama Pejabat Pemerintah Kampar Dan Pejabat di DPRD Kampar maupun sejumlah Nama dari Kontraktor ikut terseret atas peran masing masing dalam gurita Koropsi pembangunan Jembatan WFC ini.

Selain Adnan, Terdakwa lainnya adalah I Ketut Suarbawa. Ketut Suarbawa, merupakan Menejer devisi I PT Wika selaku Pemenang Tender Jembatan WFC. Proyek ini dilaksanakan dengan Kontrak Multiyears menggunakan Aggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Kampar (APBD) tahun 2015 – 2016, sebesar Rp 131 miliar.

Rencana pembangunan Jembatan Kampar WFC sudah mulai sejak tahun 2012. Yaitu dengan melaksanakan pekerjaan Review Master Plan Oleh PT.Dikara Mitra Citra milik Tantias Yulianti. Selanjutnya pada tahun 2012 lalu, dimana Jefri Noer, SH, selaku Bupati Kampar menyampaikan dan meminta Chairussyah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan Kabupaten Kampar untuk membuat desain pembangunan jembatan Kampar WFC yang akan menjadi ikon Kabupaten Kampar.

Selain Kepada Chairussyah, Jefry Noer Juga meminta bantuan kepada Tantias Yuliyanti untuk membantu Chairussya membuat Desain Jembatan WFC. Tantias Yuliyanti sendiri adalah Direktur Utama PT. ADIKARA MITRA CITRA, Perusaan ini bergerak dibidang konsultan Perencana. PT. ADIKARA MITRA CITRA milik Tantias Yuliyanti inilah yang sebelumnya telah melaksanakan pekerjaaan Review Master Plan jambatan Water Front City. Sehingga Jefri Noer, memintanya untuk Khairussya dalam pembuatan desain jembatan Bangkinang WFC. Dalam pelaksanaan pekerjaan perencanaan desain jembatan WFC Tantias tidak menggunakan perusahaanya sendiri tetapi dirinya justru meminjam perusahaan lain.

Selanjutnya Chairussyah menindak lanjuti arahan Bupati Kampar Jefri Noer, kepada Muhammad Katim, dimana pada saat itu Muhammad Katim Menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPK) pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar. Chairussyah meminta Muhammad Katim untuk melakukan proses lelang guna mencari consultan prencana untuk membuat desain dan perencanaan Pembangunan jembatan WFC.

Dari hasil proses lelang yang dilaksanakan Oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan Kabupaten Kampar, PT. Dimiano Consultan ditetapkan sebagai Pemenang sehingga pada tanggal 5 Oktober tahun 2012, Muhammad Katim dan Rinaldi Azmi selaku Direktur PT. Dimiano Consultan menanda tangani Kontrak Perencanaan Pembangunan Jembatan Kampar WFC. Kontrak nomor: 23/050/BMP/CONT.PRC/IX/2012 tanggal 5 Oktober 2012, Dengan nilai kontrak sebesar Rp. 580.698.000, dengan jangka waktu pelaksanaan 90 hari kerja dengan ruanglingkup pekerjaan membuat desain dan menghitung estimasi biaya Pembangunan Jembatan Kampar WFC.

Meskipun PT. Dimiano Consultan telah ditetapkan sebagai pemenang konsultan Perencana untuk pembangunan Jembatan Kampar WFC, akan tetapi senyatanya PT. Dimiano Consultan hanya dipinjam oleh Tantias Yulianti. Dan Pekerjaan perencanaan desain Jembatan Kampar WFC tersebut diserah oleh Tantias Yulianty kepada Lilik Sugiono. Lilik sugiono pun menyanggupi melaksanakan pekerjaan perencanaan desain jembatan WFC itu.

PT. Dimiano Consultan dalam pelaksanaan pekerjaan mengalami wanprestasi dimana pekerjaan tidak dapat diselesaikan sesuai waktu yang tercantum dalam dokumen kontrak. Kemudian terjadi Addendum Kontrak nomor : 57/050/BMP/ADD1/KONT-PRC/X tanggal 23 oktober 2012.Dengan nilai kontrak sebesar Rp 586.785.000,- dengan jangka waktu 70 hari kerja. Kemudian pada tanggal 20 Desember tahun 2012, terjadi penandatanganan hasil pekerjaan Perencanaan Pembangunan Jembatan WFC, Nomor : 326/050/BA/PRC/BMP 2012. Dengan nilai Engineer Estimate (EE) pembangunan jembatan Kampar WFC sebesar Rp 110.656.514.000. Padahal senyatanya pekerjaan perencanaan desain jembatan tersebut baru selesai pada bulan Juni tahun 2013.

Selanjutnya pada awal tahun 2013, kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar mengajukan anggaran pembangunan jembatan kampar sebesar Rp 117.000.000.000, tetapi yang disetujui hanya sebesar Rp 17.000.000.000,- miliar saja. Setelah anggaran Rp 17 milliar disetujui, Kemudian pada awal tahun 2013 terjadi pergantian PPK pada dinas Pekerjaan umum dan pengairan Kabupaten Kampar. Dari Muhammad Katim kepada Adnan (Terdakwa). Dimana sebelumnya Muhammad Katim adalah PPK pada Kegiatan Perencanaan pembangunan Jembatan Kampar WFC itu.

Dalama kapasitasnya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, sekaligus Pejabat Pelaksanan Kegiatan Pembangunan jembatan Kampar WFC. Adnan (Terdakwa) menghubungi Lilik Sugiono. Liilik Sugionon sendiri adalah Leader pada pekerjaan perencanaan pembangunan jembatan Kampar WFC yang ditunjuk oleh Tantias Yulianty. Adnan meminta untuk bertemu dengan team Consultan Perencana Pembangunan Jembatan Kampar. Adnan meminta agar pertemuan itu dilakukan di Jakarta.

Pertemuan pun terjadi. Dari pihak Consultan sendiri dihadiri oleh Lilik Sugiono, Josia Wirawan, Rastandi dan Tantias Yuliyanti. Chairussya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan Kapupaten Kampar, Fahrija Effendi dan terdakwa Adnan, mewakili Pemerintah Kabupaten Kampar. I ketut Suarbawa Menejer I Devisi Operasi I PT.Wika, mengwakili pihak PT. Wika. Pertemuan dilakukan di Hotel Amoz Cozi yang terletak di jalan Melawai Raya nomor 83 – 85 Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta selatan. untuk membicarakan dan membahas pekerjaan perencanaan pembangunan jembatan Kampar WFC. Pertemuan difasilitasi dan dibiayai oleh PT. Wika.

Usai Pertemuan di Hotel Amoz Cozi, momenselajutnya kemudian dirangakai secara sestimatis, karena kegiatan Pembangunan jembatan Kampar WFC akan segera dilelangkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan Kabupaten Kampar. Kemudian drama permainan untuk memenangkan PT. Wika pun disetting dengan begitu rupa. Terdakwa Adnan neminta supaya mengirimkan kepada Lilik Sugiono untuk mengirimkan soft Copy Engineer Estimate. Atas permintaan Adnan tersebut Lilik Sugiono kemudian mengirimkan beberapa Soft Copy (EE). Salah satunya adalah Engineer Estimate dengan nilai Rp 16.431.317.26 dikirimkan juga oleh Lilik Sugiono kepada I ketut Surbawa menejer Devisi Operasi I PT. Wika. Kemudian nilai Engineer Estimate senilai 16.431.317.26 ini pada tgl 12 juli 2013 dikirimkan oleh I Ketut Sumbawa kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan Kabupaten Kampar, Chairussyah, melauli email yang kemudian (EE) ini dijadikan oleh Dinas Pekerjaan umum dan Pengairan Kabupaten Kampar sebagai dasar menyusun HPS.

Pekerjaan pembangunan jembatan Kampar Water Front City kemudian dilelangkan. Dari hasil lelang PT. Wika ditetapkan sebagai pemenang tender berdasarkas Surat keputusan nomor : 09/SPPBJ/BMP/PEMB-JBT/IX/2013 tanggal 23 September 2013. Kemudian kontrak pelaksanaan pekerjaan pembangunan dilaksanakan pada 10 Oktober 2013. Berdasarkan kontrak nomor : 15/SPK/BMP/PEMB/JBT/X/2013 dengan nilai contrak sebesar Rp 15.198.470.500,-
PT. Wika bisa menjadi Pemenang dalam proses lelang karena harga penawaran PT. Wika telah disesuaikan dengan Engeneer Estimate yang dikirimkan oleh Lilik Sugiono, Selaku Leader Consultan Perencana Pembangunan Jembatan Kampar WFC itu. Anggaran ini baru tahap awal pekerjaan dari Nilai Rp.139 miliar.

Drama Mark-up akan disajikan dalam persidangan berikutnya.(Tun)

 478 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *