Yayasan Permata Handayani Menaungi LKP Nabila Handayani Balqis Lakukan Program Pelatihan Gratis

BANDUNG BARAT, JAPOS.CO – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Handayani yang berada di Kampung Cicalengka RT 03 RW 04 Desa Mekar Mukti Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat menyelenggarakan Kursus dan Pelatihan Menjahit yang sudah berdiri sejak tahun 2018, dan telah mencetak 100 orang lebih menjadi pekerja yang terbaik.

Program pelatihan gratis yang dilaksanakan di LKP Nabila Handayani yang sangat membantu orang yang tidak mampu melanjutkan sekolahnya untuk jenjang SMP dan SMA karena terbentur dengan biaya.

Pimpinan Lembaga Srihandayani MPd mengeluhkan, dengan keterbatasan ruangan untuk fasilitas pelatihan, sehingga membatasi siswa yang minat untuk belajar.

Srihandayani berharap, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat ikut andil dalam memfasilitasi lembaga ini. “Khususnya instansi terkait yaitu Dinas Tenaga Kerja harus memberikan perhatian kepada lembaga-lembaga kursus yang berbasis solusi menciptakan masyarakat siap bekerja untuk mengurangi pengangguran,” ujarnya kepada Japosco.

Srihandayani menambahkan, saat ini peserta pelatihan dan kursus dilakukan dengan membagi dua shif, pagi hari dan sore hari. Progam belajar 200 jam mencetak para pelajar terbaiknya.

Bukti nyata yang sudah dilakukan di LKP Handayani dengan diterimanya alumni bekerja di salah satu perusahaan garmen besar tanpa seleksi.

“Alhamdullilah, siswa-siswa kami sudah mengikuti lomba-lomba desain baju tingkat provinsi dan berhasil meraih peringkat juara 1 dan juara harapan 1,” sebut Enung, Instuktur LKP Handayani.

Namun dirinya juga mengeluhkan, LKP Handayani sejak berdiri tahun 2018 tidak mendapat perhatian dari pemerintah dan dinas terkait.

“Pemerintah Desa Mekar Mukti dan Pemerintah Kecamatan Cihampelas belum pernah mengadakan kunjungan ke lembaga ini, bahkan ada salah satu anggota DPRD KBB yang tempat tinggalnya berdekatan dangan kantor LKP Handayani seolah-olah tidak peduli,” singgungnya.

Untuk itu, Ketua Yayasan Permat Nabila Balqis Yusuf Wildan MAP berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan khususnya yang berbasis pendidikan dan pelatihan. Dengan banyaknya pengangguran di Bandung Barat akan berkurang dengan adanya kursus-kursus kilat seperti ini sehingga tercipta skill dan kemampuan yang siap kerja di perusahaan yang membutuhkannya.

Yusuf Wildan menambahkan, saat ini peserta pelatihan berjumlah 30 orang dibagi 2 shif, itu dilakukan dengan keterbatasan ruangan dan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dengan 3M, yakni menjaga jarak, mencuci tangan serta menghindari kerumunan untuk memutus matai rantai penyebaran Covid-19.(Demak Gultom)

 84 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *