Musim Panas Berkepanjangan, 5 Kecamatan di Kayong Utara Darurat Air Bersih

SUKADANA, JAPOS.CO – Sekitar 5 kecamatan di Kabupaten Kayong Utara saat ini dalam keadaan kekeringan. Akibatnya, selain sering terjadi kebakaran hutan atau lahan di beberapa titik, warga juga kesusahan memperoleh air bersih untuk minum.

Lima kecamatan yang mengalami kekeringan ekstrim itu yakni, Kecamatan Simpang Hilir, Teluk Batang, Seponti Jaya, Pulau Maya Karimata dan Kecamatan Kepulauan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara sejak 19 Februari 2021 baru menetapkan status siaga bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), sedangkan masalah darurat air bersih, sampai saat ini Pemkab belum mengeluarkan keputusan apapun. Akibatnya, mengatasi keluhan masyarakat atas air bersih, pemkab seakan tak berdaya.

“Kami udah uyoh (sulit) mendapatkan air minum, sudah hampir 2 bulan belum ada hujan,” ujar Yan warga Teluk Batang.

Sedangkan air tanah katanya, rata-rata sumur yang dimiliki sudah kering. “Kalo masih adapun airnya keruh dan sedikit,” keluh dia.

Untuk keperluan mandi dan mencuci, warga memanfaatkan air pasang laut apabila masuk ke anak sungai atau parit. Itupun dalam keadaan asin atau payau.

Sedangkan untuk keperluan sebagai air, warga di 5 wilayah itu rata-rata harus membeli dari pihak swasta. Ukuran 2.000 liter dihargai Rp 150 atau Rp 200 ribu, disesuaikan dengan jarak angkut dengan sumber mata air.

“Kalau kami, 2.000 liter itu bisa tahan paling lama 10 hari lah, karena dibagi  buat bilas pakaian dan sebagian buat air mandi,” kata Iwan warga Kecamatan Simpang Hilir.

Kepala BPBD Kayong Utara menyebutkan, situasi kekeringan ini sudah terjadi setidaknya satu bulan lebih. “Sekitar awal Februari lah, karena di bulan Januari kita masih ada hujan bahkan sempat ada desa yang kebanjiran,” ucap Noorhabib, Kepala BPBD, Selasa (2/3/2021).

Sedangkan untuk mengatasi kesulitan air bersih, BPBD katanya belum bisa turun karena belum ada keputusan soal darurat atau siaga air bersih.

“Selama masih belum ada penetapan status tanggap darurat air bersih, untuk pendistribusian air bersih leading sektornya berada pada UPT Air Bersih Dinas PUPR Kayong Utara,” kata Noorhabib, Kepala BPBD Kayong Utara, Kamis (18/02/2021) lewat pesan singkat.

Bupati kata Noorhabib, baru mengeluarkan himbauan pada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyumbang dana sebagai biaya operasional mobil tangki air bersih milik UPT Air Bersih.

Langkah itu dilakukan sebagai tindakan spontan sambil menunggu situasi beberapa hari kedepan. “Jika masih panas dan belum turun hujan, maka bupati bisa saja mengeluarkan keputusan darurat air bersih. Artinya penanganannya dapat dilakukan secara terkendali melalui tim,” tandasnya.(Dins)

 369 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *