Walikota Medan: Permasalahan Infrastruktur dan Mengatasi Banjir di Kota Medan Prioritas

MEDAN, JAPOS.CO – Walikota Medan Bobby Nasution dalam pidato perdananya di Rapat Paripurna DPRD Medan, di Sekretariat DPRD Medan Jalan Kapten Maulana Lubis, Jumat (26/2/2021) mengatakan, besarnya potensi kuliner di Kota Medan.

Bobby mengatakan Kota Medan sebagai The Kitchen of Asia. Kuliner dari etnis di Kota Medan sangat banyak. “Kita lihat misalnya masakan etnis Melayu, Thionghoa, Tamil, banyak sekali yang kita temui di jalanan Kota Medan. Hampir mencakup seluruh negara asia. Saya rasa pantas mengatakan Kota Medan sebagai The Kitchen of Asia,” jelasnya.

Menurut Bobby, ia  berencana mengembangkan potensi kuliner di Kota Medan dalam rangka peningkatan Usaha Kecil, Mikro, Menengah (UMKM). Diharapkan ekonomi masyarakat Kota Medan dapat semakin mandiri dan meningkat.

“Di bidang UMKM, kita tahu dalam kekayaaan lokal Kota Medan, bidang kuliner sangat besar potensi nya. Potensi ini harus kita gali lagi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan ekonomi yang mandiri dan menghidupkan potensi lokal,” kata Bobby.

Peningkatan perekonomian lokal ini akan dilakukan dengan cara peningkatan branding ataupun promosi kuliner Kota Medan.

“Hari ini kuliner Kota Medan sudah sangat terkenal, tapi itu belum cukup, yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kuliner Kota Medan lebih terkenal lagi. Kita akan kembangkan lagi dengan kemampuan digital,” terang Bobby.

Dalam pidato perdana dihadapan anggota DPRD Kota Medan, Bobby menyampaikan beberapa hal yang akan ia kerjakan selama menjabat Wali Kota Medan termasuk strateginya dalam mengatasi banjir di Kota Medan.

Dikatakan, dalam mengatasi permasalahan banjir Kota Medan dirinya akan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Binjai, Deliserdang, serta Karo sebagai kawasan hulu.

“Hari ini kita siap untuk menjadi inisiator, untuk membuka kerja sama dengan Pemerintah Binjai dan Deliserdang. Termasuk Karo, ini kunci menyelesaikan masalah banjir,” ungkapnya.

Menurut Bobby, terdapat garis runtun dalam aliran air sungai dari hulu ke hilir yang ia sebut sebagai Mebidang Row atau garis Medan Binjai Deliserdang (Mebidang). Kota Medan merupakan kawasan hilir yang menjadi kawasan paling bawah dalam aliran air sungai.

Karena itulah, Bobby mengatakan, perlu mengobarkan semangat kolaborasi dengan sejumlah pihak untuk penanganan banjir di Kota Medan.

“Hari ini kita tidak bisa berdiri sendiri. Permasalahan banjir, yang mungkin selama ini solusinya belum efektif, bukan hanya tugas dari Pemko Medan. Kita bisa membuka kolaborasi,” kata Bobby.

Selain itu, Bobby menuturkan dalam pembenahan Kota Medan ke depannya, termasuk mengatasi masalah banjir, Kota Medan harus terhindar dari egosentris lembaga.

“Masih banyak permasalahan Kota Medan yang bisa kita selesaikan dengan kolaborasi. Kita berharap dengan semangat kolaborasi dan menutup egosentris, ego sektoral lembaga, kita akan bisa menyelesaikan masalah ini ke depan,” ujar Bobby.

 Selanjutnya Bobby mengatakan, masih banyak permasalahan infrastruktur yang belum teratasi di Kota Medan, seperti jalan berlubang.

Permasalahan infrastruktur di Kota Medan masih sangat banyak. Kita sama-sama tahu bagaimana kondisinya saat ini.

Permasalahan infrastruktur di Kota Medan akan selesai dalam waktu dua tahun jabatannya bersama Aulia Rachman.

“Saya yakin dengan semangat kita bersama, dengan berkolaborasi, permasalahan infrastruktur akan selesai dalam waktu dua tahun. Saya yakin permasalahan infrastruktur dapat kita selesaikan,” tambahnya.

Masih kata Bobby, terdapat tiga kepemilikan ruas jalan yang ada di Kota Medan. Yakni milik Pemerintah Kota Medan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan Pemerintah Pusat.

“Terdapat tiga bagian jalan di Kota Medan, yakni ada yang dikuasai pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kota Medan,” tegas Bobby.(David Malau)

 

 

 56 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *