Pemkab Ciamis dapat Kucuran Rp 11 Miliar Untuk Pembangunan Pusat Budaya di Karangkamulyan

CIAMIS, JAPOS.CO – Kabupaten Ciamis yang memiliki berbagai situs dan warisan budaya, tak ayal menjadi perhatian berbagai pihak, baik dari pemerintah provinsi, pusat ataupun yang lainnya. Terbukti dalam memaksimalkan potensi wisata dan budayanya salah satunya pembangunan pusat budaya di Kabupaten Ciamis akan menerima kucuran dana sekitar Rp. 11 miliar bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) untuk mempercantik lokasi cagar budaya Karangkamulyan, Cijeungjing Kabupaten Ciamis.

Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, S.STP., M.Si. didampingi Kepala Bidang Kebudayaan, Iing Ahmad Rifai mengungkapkan, bahwa yang menerima bantuan dari Provinsi Jawa Barat sendiri hanya empat daerah yakni, Kabupaten Subang, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut dan Kabupaten Ciamis. “Baru tahun ini kita mendapatkan bantuan sedangkan kota atau kabupaten lain sudah mendapatkan tahun sebelumnya, “ ungkap Erwan, Senin (22/2).

Menurut Erwan, kontruksi bangunannya sendiri bukan layaknya sebuah rumah atau gedung, namun lebih menyerupai joglo, pendopo, bahkan akan ada wahana teater, tempat berkumpulnya para seniman dan budayawan. Juga akan ada halaman-halaman untuk melakukan selfie atau foto-foto. “Desainnya sudah ada dari sana, dan ini adalah keinginan Pak Gubernur. Rencana pembangunan pusat budaya ini sudah ada sejak 2019, namun akibat dari refocusing anggaran akhirnya mandeg perencanaannya. Insya Alloh tahun ini bisa berjalan lancar tidak terkena refocusing. Rencana pembangunan sendiri target kita di bulan Mei-Juni 2021 bisa dimulai pelaksanaan, dan seminggu lalu juga dari Provinsi sudah survei ke lokasi,  “ ujar Erwan.

Dengan adanya pembangunan pusat budaya di Karangkamulyan, Kadisbudpora berharap benar-benar menjadi pusat budaya. “Mari kita memulai kebudayaan yang ada di Kabupaten Ciamis, mari kita ramaikan, fungsikan pusat budaya ini, jangan hanya pembangunan saja, terlantar dan tidak bermanfaat. Kenapa di Karanggkamulyan, karena tempat ini strategis, “ tegas Erwan.

Rekor Universitas Galuh Ciamis yang juga Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, Dr. Yat Rospia Brata, sangat mendukung dengan adanya pembangunan pusat budaya di Karangkamulyan. “Kami sangat berbangga hati, pemilihan wilayah Karangkamulyan sendiri dari segi geografis memang sangat baik dan situsnya juga dianggap penting dalam sejarah Kerajaan Galuh, “ ujarnya.

Dr. Yat tidak mempersoalkan dimanapun tempat pembangunan pusat budaya di Kabupaten Ciamis. “Masalah tempat tidak usah menjadi polemik lah. Karangkamulyan yang representatif banyak dilewati kendaraan manapun, namun bukan berarti kami menafikan situs yang lain, kalaupun ada di Kawali, Wanayasa, atau tempat yang lain, apapun untuk hal positif kami mendukung, “ ujarnya.

Sementara itu berdasar informasi yang dihimpun tim Jaya Pos, Pusat Budaya Kabupaten Ciamis yang akan dibangun di obyek wisata Ciung Wanara Karangkamulyan ditargetkan dibangun bulan depan (Maret). Demikian hal tersebut disampaikan Bupati Ciamis saat memimpin kegiatan expose Detail Engineering Design (DED) Pusat Budaya Ciamis di ruang Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, beberapa waktu lalu. “Kita menargetkan pembangunan Pusat Budaya tersebut dilakukan di bulan depan, ” kata H. Herdiat.

Diketahui, Obyek Wisata Ciung Wanara Karangkamulyan terletak di Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis ini direncanakan akan dibangun Pusat Budaya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini, proses pembangunan Pusat Budaya tersebut sedang dalam penyempurnaan DED yang akan diaplikasikan pada pembangunan nantinya. Konsultan engineer pembuatan DED Pusat Budaya Karangkamulyan dilakukan oleh CV Garis Tebal Sejajar.

Pada kegiatan expose DED Pusat Budaya tersebut juga dilibatkan tokoh akademisi, budayawan dan seniman Kabupaten Ciamis untuk memberikan masukan terkait konsep yang telah dibuat konsultan engineer.

Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya mengapresiasi DED yang disampaikan oleh konsultan. Menurutnya DED yang ditampilkan kali ini lebih detail dan nuansa budaya lebih terlihat daripada penyampaian pertama yang dilakukan pada expose pertama. “Kalau DED yang ditampilkan kali ini saya sudah tergambar pada penerapannya, beda sama dengan expose terdahulu, ” katanya.

Bupati Ciamis mengharapkan proyek pembangunan Pusat Budaya di objek wisata karangkamulyan tersebut agar segera dilelangkan dan ditenderkan agar bisa masuk tahap pengerjaan. “Secepatnya agar segera dilelang dan ditenderkan agar bisa langsung pada proses pembangunan Pusat Budayanya, “ujarnya.

Herdiat menitipkan, agar tanaman dan pepohonan serta situs-situs yang ada yang sudah ada tidak boleh diubah. “Kondisi situs, segi tempat dan keanekaragaman flora dan fauna agar dipelihara jangan diubah-ubah. Kalaupun mau dimodifikasikan dengan penambahan variasi tanpa menghilangkan keasliannya, “pesannya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pemuda Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan menjelaskan, tujuan diadakan expose DED ini untuk menampung masukan agar dapat diserap oleh konsultan engineer sehingga dalam pelaksanaannya tidak bermasalah dikemudian hari. “Kita mengharapkan tidak ada permasalahan dalam proses pembangunannya. Oleh karena itu kita menampung aspirasi dari berbagai tokoh dan instansi terkait agar berjalan lancar, ” Imbuhnya.

Masih ditempat yang sama, engineer dari CV Garis Tebal Sejajar, Firman menjelaskan, dalam penyesuaian DED pihaknya telah melalui diskusi panjang dengan tokoh dan instansi terkait. Mulai dari teknis pembangunan, dan pola layout lanskap serta bentuk bangunan yang akan dibuat pun disesuaikan. “Kita tidak merubah terlalu banyak struktur design dari obyek wisata Ciung Wanara, namun menambahkan beberapa bangunan dengan ornamen-ornamen kebudayaan setempat, ” jelasnya.

Adapun bangunan tambahan yang dibangun untuk Pusat Kebudayaan Ciamis diantaranya, pendopo dan rumah komunitas budaya. Selain itu juga akan dibangun amphitheater, bale depan/gazebo, kolam kontmplatif-kontmplatif. Selanjutnya dibangun pula, gerbang, area parkir, museum, playground, taman olahraga, plaza, taman air dan kumoko dan rest area. “Kita saat ini masih proses penyempurnaan DED, saran dan masukan dari masyarakat Ciamis akan kami tampung dan diterapkan pada DED untuk pembangunan nantinya,” tandas Firman. (Mamay)

 

 

 

 

 

 

 

 58 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *