Masuk Zona Orange SMAN 2 Pekanbaru Hentikan Belajar Tatap Muka

PEKANBARU, JAPOS.CO – Proses belajar mengajar secara tatap muka sudah mulai dilaksanakan sebagian sekolah di Kota Pekanbaru, sejak tanggal (9/02/2021) Februari lalu, salah satunya SMAN 2 Pekanbaru, tetapi kemudian dihentikan karena wilayah sekolahnya masuk dalam zona oranye penyebaran covid-19. Hal itu disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Pekanbaru, Drs Kasism, Kepada Japos.co, diruang kerjanya Kamis (25/2/2021).

SMAN 2 Pekanbaru sendiri terletak di wilayah Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki. Menurut Kasim, berdasarkan pantauan Pemerintah kota Pekanbaru Wilayah labuh baru timur kembali masuk dalam zona oranye penyebaran Covid-19 maka sekolah kembali diliburkan ucapnya.

“Sejak tanggal 9, 11 dan tanggal 16 February lalu Sudah dimulai sekolah tatap muka namun, karena daerah ini kembali masuk dserah oranye, sesuai peraturan pemerintah kota pekanbaru sekolah tidak tatap muka tidak dapat di laksanakan,” ucapnya.

Ia menyebut, belum dapat dipastikan kapan belajar tatap muka dilaksankan kembali. Menurutnya tergantung situasi dan kondisi wilayah. “Belum dapat kita pastikan, karena kita melaksanakan kegiatan belajar tatap muka sesuai dengan keadaan wilayah yang ditetapkan oleh pemerintah kota, jika sudah dalam zona aman belajar tatap muka dilaksanakan. Kita lihat dulu, jika dalam minggu ini keadaan sudah normal, minggu depan belajar tatap muka dapat dilaksanakan kembali, ” jelasnya.

Kondisi penyabaran covid 19 yang sampai saat ini menunjukkan fluktuasi labil, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua peserta didik. Alasanya, anak tidak dapat melaksanakan proses belajar disekolah dengan baik akibat tergangu penyebaran covid 19 yang masih mewabah. Karena sebentar lagi anak-anak akan melaksanakan ujian naik kelas rasa kehawatiran itu sampaikan oleh Sri Sartika, salah satu orang tua Siswa pelajar SMA dipekanbaru.

“Sebagai orang tua tentu kuatirlah ya terhadap kelulusan anak. Padahal sebentar lagi mau ujian naik kelas, sementara sekolah tatap muka belum efektif. Tentu akan berdampak pada perolehan nilai kelulusan bagi anak nantinya,” ujar Sri Sartika.

Menurut Kasim, pemerintah telah membuat regulasi terhadap standar kelulusan bagi peserta didik terutama dimasa pandemi ini. Diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia nomor : 01 tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan ujian kesetaraan serta pelaksanaan ujian sekolah dalam masa darurat Oandemi Covid 19.

Dalam poi ketiga SE Mendikbud ini, lanjut Kasim, ada tiga poin yang menentukan kelulusan peserta didik. Pertama adalah, peserta didik harus menyelesaikan program Pembelajaran dimasa pandemi covid 19 yang akan dibuktikan dengan rapor setiap semester. Kedua, Memperoleh nilai sikap atau prilaku minimal baik dan Ketiga, mengikuti ujian yang selenggarakan oleh Satuan Pendidikan.

Kemudian lanjut Kasim, ketiga Poin tersebut dilaksanakan dengan, Frottfolis berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap atau perilaku dan prestasi yang diperoleh sebelumnya. kemudian Penugasan, Tes secara luring dan daring, bentuk kegiatan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.(Tun)

 

 91 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *