Klaster Perkantoran Mulai Mendominasi Kasus Positif Covid-19

CIAMIS, JAPOS.CO – Pelayanan di Puskesmas Ciamis ditutup sementara, menyusul 18 tenaga kesehatan (nakes) terkonfirmasi positif Covid-19.

Selama berlangsungnya penutupan, Satgas Covid-19 Kabupaten Ciamis melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinvektan serta penyinaran dengan sinar ultra violet C. “Yang terkonfirmasi positif semuanya tenaga kesehatan, sehingga tidak bisa melakukan pelayanan kepada masyarakat. Selama tiga hari Rabu-Jum’at (24-26/2), Puskesmas Ciamis ditutup. Kepala Puskesmas juga positif,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. H. Yoyo, M.MKes melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. Bayu Yudiawan kepada para awak media, Rabu, (24/2).

Untuk sementara, kata dr. Bayu, pelayanan pengobatan dialihkan ke tiga puskesmas terdekat, yakni Puskesmas Baregbeg, Puskesmas Imbanagara dan Puskesmas Handapherang. Dengan pengalihan tersebut, maka pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. “Penularan yang terjadi di Puskesmas Ciamis yang terletak di Jalan Tentara Pelajar Nomor 26 Ciamis, bermula dari adanya ‘kebocoran’ dari ruangan spesimen. Hal itu memicu terjadinya paparan terhadap pegawai yang ada di dalam ruangan termasuk pelayanan. Saat ini tengah dilakukan sterilisasi ruangan, selain penyemprotan disinfektan, juga penyinaran sinar ultra violet C. Mereka yang terpapar melakukan isolasi mandiri,” katanya.

Berkenaan dengan munculnya klaster di perkantoran, seperti di Dinas Pendidikan, Kantor Samsat, maupun Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, dr. Bayu menjelaskan, hal itu dipicu tingginya mobilitas kerja, selain ditunjang dengan kondisi ruangan yang tertutup sehingga dengan cepat menular ke seluruh orang yang ada di dalam ruangan tersebut. “Kondisi ruangan umumnya tertutup dan ber AC, sehingga udara mulek atau berputar-putar di dalam ruangan. Sehingga mengakibatkan yang ada di dalam ruangan terpapar. Mungkin perlu penambahan ventilasi udara dan sinar matahari sehingga dapat masuk ruangan,” jelas dr. Bayu

23 Pegawai Dinas Pendidikan

Sementara itu berdasarkan pantauan tim Jaya Pos, Virus Corona kini tengah melanda perkantoran di Kabupaten Ciamis. Sebelumnya di kantor Samsat Ciamis 53 positif Corona, kini sebanyak 23 pegawai Dinas Pendidikan Ciamis terkonfirmasi COVID-19.

Menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. H. Yoyo, M.M.Kes kasus berawal adanya seorang pegawai mengalami keluhan mengarah kepada COVID-19. Kemudian dilakukan tes PCR dan hasilnya positif. “Kami kemudian melakukan tracking kontak ditemukan ada 9 yang positif. Setelah dilanjutkan tracking kontak dan tes PCR, total ada 23 orang pegawai Dinas Pendidikan yang terkonfirmasi. Secara umum 23 pegawai yang positif tersebut tidak bergejala dan gejala ringan. Untuk penanganannya, mereka kini menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Tentunya dengan pengawasan dari Satgas di setiap daerah rumah tinggalnya,” ujar dr. Yoyo, Rabu (24/2).

Perkantoran, kata dr. Yoyo, menjadi salah satu tempat yang rawan penyebaran virus Corona, karena dengan ruangan tertutup, pencahayaan kurang, menyebabkan potensi penyebaran cukup cepat. “Saya himbau bagi pegawai yang melaksanakan isolasi mandiri agar tetap patuhi protokol kesehatan. Tidak kemana-mana, agar proses isolasi berjalan maksimal dan tidak menularkan ke yang lainnya,” katanya.

Menyikapi para pegawai yang terkonfirmasi virus Corona, reaksi cepat dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis yang langsung melakukan penyemprotan desinfektan atau sterilisasi. Tujuannya untuk memutus penyebaran virus Corona. Namun secara keseluruhan kantor Dinas Pendidikan tidak ditutup total, hanya ditutup secara parsial. Mengingat hanya pegawai di 2 bidang yang positif COVID-19. Tapi sebagian pegawai melaksanakan work from home (WFH), mengingat PPKM saat ini kembali diperpanjang. “Kantor saat ini dilakukan sterilisasi setiap pagi dan sore. Saya himbau kepada seluruh pegawai Dinas Pendidikan dan juga termasuk para guru untuk tetap menjalankan protokol kesehatan,” kata Plt Kadisdik Kabupaten Ciamis, Dr. Asep.

Kantor Samsat Ciamis Tutup Sementara

Jumlah karyawan Samsat Kabupaten Ciamis yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 15 orang, Jum’at (19/2). Dengan demikian, kini total yang terkonfirmasi positif covid-19 di klaster karyawan tersebut menjadi 53 orang.

Bertambahnya karyawan yang terkonfirmasi positif ini berdasarkan hasil PCR yang dilaksanakan pada Rabu (17/2). Dari hasil tes tersebut, awalnya terdapat 38 karyawan yang dinyatakan positif. Atas hal itu, petugas kemudian melakukan tracking kepada seluruh karyawan.

Pada Jumat (19/2), hasil tes PCR lanjut telah keluar dan dinyatakan terdapat 15 lagi karyawan Samsat Kabupaten Ciamis yang dinyatakan positif Covid-19. Adapun ke-38 orang yang diketahui awal, saat ini sudah menjalani isolasi mandiri maupun isolasi di Islamic Centre.

Diketahui sebelumnya, temuan klaster perkantoran ini berawal dari seorang pegawai yang reakif saat dilakukan Rapid Test Antigen yang ditindaklanjuti dengan tes PCR dengan hasilnya positif Covid-19.

Menanggapi hal tersebut pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis kemudian melaksanakan penelusuran kontak (tracking) terhadap puluhan pegawai Samsat Kabupaten Ciamis. Tidak hanya itu, pedagang kantin di sekitar Samsat Kabupaten Ciamis juga tidak luput dari pengecekan. “Hasil tracking tersebut 53 orang positif Covid-19. Awalnya 38 dan hari ini bertambah 15 orang, “ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis. dr. Yoyo.

Meskipun demikian dijelaskan dr. Yoyo, puluhan pegawai yang positif Covid-19 tersebut tidak mengalami gejala, sehingga hanya menjalani isolasi mandiri. “Hanya 7 orang yang menjalani isolasi di Asrama Haji Islamic Center. Karena tidak memenuhi persyaratan untuk isolasi mandiri di rumah. Untuk meminimalisir penularan Covid-19, saya menghimbau ke seluruh masyarakat agar melakukan protokol kesehatan. Terlebih pelayanan publik salah satu kelompok rentan terkena Covid-19. Disiplin menjalankan protokol kesehatan wajib diterapkan di tempat kerja. Selain itu ikhtiar dengan 5M memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak menghindari dari kerumunan dan membatasi mobilitasi serta 3T, testing, tracing dan trackmen dan vaksinasi, “ jelasnya.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Ciamis, AKP Zanuar Cahyo Wibowo mengatakan, akibat klaster perkantoran Samsat Kabupaten Ciamis tutup sementara. “Kita akan lakukan penyemprotan desinfektan dan sterilisasi. Kantor Samsat akan beroperasi kembali Senin (22/2). Masyarakat akan tetap dapat melakukan pembayaran pajak dengan menggunakan fasilitas lainnya. Kita maksimalkan Samsat Bantuan untuk pelayanan pembayaran pajak, diantaranya mobil Samsat Keliling. Outlet Kawali, Outlet Banjarsari, Outlet Rancah dan Bumdes Panumbangan. Kita juga mengoptimalkan Samsat Online Nasional dan melakukan pengalihan pelayanan Samsat Tasik Kota, “ tandasnya. (Mamay)

 

 

 

 

 

 

 

 

 58 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *