Kabag Humas dan Setda Kabupaten Mojokerto Dipolisikan

SURABAYA, JAPOS.CO – Kepala Bagian Humas dan Protokol dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto dilaporkan ke Polda Jatim oleh LSM WAR (Wadah Aspirasi Rakyat) melalui Surat Nomor 024-025/B-LPP-WAR/HJP/II.2021 tertanggal 24 Februari 2021.

Ditemui Jaya Pos di Polda Jatim, Sekjend LSM WAR, Zaenal Abidin, Kamis (24/2) mengatakan, pelaporan dilakukan terhadap Kabag Humas dan Protokol serta Setda Kabupaten Mojokerto dalam dugaan memperkaya suatu korporitas dan penyalahgunaan kewenangan serta dugaan kegiatan fiktif (abal-abal). “Setelah kita cukup bukti, lalu melaporkan kedua pejabat di lingkungan Pemkab Mojokerto itu,” tegas Sekjend WAR seraya menyerahkan salinan surat laporannya kepada Jaya Pos.

Dalam suratnya, kegiatan yang dilaporkan antara lain: (1) Peningkatan kapasitas hubungan masyarakat dan kerjasama pers dengan kode kegiatan 4.10. 410. 03.03. 46. 02, (2) Sumber dana 25 dana daerah/APBD Kabupaten Mojokerto Tahun Anggaran 2019, dan (3) Jumlah anggaran Rp 4.130.000.000.

Adapun dugaan yang disangkakan pada terlapor yaitu: (1) Memperkaya suatu korporitas pasalnya dari jumlah anggaran Rp 4,13 miliar, sebesar Rp 1,3 miliar diperuntukkan pada salah satu media cetak atau sekitar 25% dari total anggaran pada Tahun Anggaran 2019, (2) Kegiatan press conference abal abal (fiktif) karena dalam kegiatan tersebut tidak ada input maupun out put yang dihasilkan yang bermanfaat bagi Pemerintah Kabupaten Mojokerto (berdasar keterangan Inspektorat), (3) dari 6 kali press conference yang sedianya dilakukan hanya satu kali saja pres conference yang mendatangkan nara sumber, selebihnya adalah mengundang wartawan tertentu dan diberi makan nasi kotak juga minuman, setelah itu diberi uang saku dan kegiatan selesai.

Atas terjadinya peristiwa tersebut, salah satu wartawan senior yang biasa ngepos di lingkungan Pemkab Mojokerto berinisial EP yang dimintai komentar, Kamis (24/2) kepada Jaya Pos mengatakan bahwa Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Mojokerto memang terkenal memiliki kebiasaan memberikan advertorial ataupun iklan kepada media yang menurutnya ‘dekat’ dengan dirinya. “Bagi yang merasa tidak dekat dengan dia, jangankan iklan atau advertorial, untuk ikut kegiatan peliputan saja dipersulit dan tidak pernah diberi akses informasi,” EP menandaskan.(Zein)

 2,258 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *