Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis Gali Potensi PAD Melalui Parkir Berlangganan

CIAMIS, JAPOS.CO – Seiring semangat otonomi daerah yang sudah berlangsung sejak dua dekade, dimana daerah-daerah diperkenankan menggali potensi pendapatan asli daerah baik itu berupa pajak atau retribusi daerah untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahannya. Kabupaten Ciamis berupaya mengoptimalkan setiap potensi pendapatan yang memungkinkan bisa diperoleh.

Menurut data yang diperoleh dari Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat jumlah kendaraan di Kabupaten Ciamis yang tercatat melaksanakan daftar ulang pembayaran pajak kendaraan bermotor sebanyak  278.028 unit. Namun ternyata dengan cara pemungutan parkir konvensional mengunakan tanda retribusi pembayaran masih kurang optimal dalam pencapaian pendapatan dari sektor tersebut.

Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah khususnya di sektor retribusi parkir tepi jalan umum, Pemerintah Kabupaten Ciamis memuat inovasi berupa program parkir berlanggan, yang mekanisme pemungutannya bekerjasama dengan Bapenda Provinsi Jabar dan Kepolisian daerah Jawa Barat. Sistem yang akan ditempuh untuk menurut retribusi parkir berlangganan yaitu melalui pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan, untuk kendaraan bermotor yang berdomisili dan ber plat nomor kendaraan Ciamis.

Hal tersebut diungkapkan Plt  Kadisbud Kabupaten Ciamis, Bambang Hermansyah, S.Sos, M.Si. Menurutnya, meskipun terjadi kenaikan pencapaian PAD dari sektor perparkiran setiap tahun, tetapi PAD dari retribusi parkir tepi jalan umum di Kabupaten Ciamis tergolong masih kecil jika dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Barat.

“Untuk tahun 2018 PAD dari retribusi parkir adalah sebesar Rp. 411.905.000, naik sebesar 3,6 % di tahun 2019 menjadi Rp. 427.055.000, memasuki tahun 2020 terjadi kenaikan sebesar 131% menjadi Rp. 563.347.000. Sebagai landasan hukum atas inovasi retribusi parkir tepi jalan umum berlangganan. Pemerintah Kabupaten Ciamis telah menyusun Rencana Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis nomor 13 tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Parkir Tepi Jalan Umum yang sampai sekarang masih dalam proses konsultasi dengan biro hukum sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, “ ungkap Bambang.

Adapun tarif yang diatur berdasarkan Rencana Peraturan Darah tersebut, jelas Bambang, untuk kendaraan roda dua/sepeda motor sebesar Rp. 20.000 untuk masa berlaku satu tahun sejak pembayaran dan pengesahan pajak kendaraan bermotor, kendaraan mobil penumpang (sedan, city car, mini bis) dan mobil barang dengan jumlah berat yang diijinkan atau jumlah berat beban < 3.500 kg membayar retribusi Rp. 40.000 berlaku untuk satu tahun, kendaraan mobil penumpang dan moil barang dengan jumlah berat beban > 3.500 kg, kendaraan bus, kereta tempel dan gandengan sebesar Rp. 60.000 berlaku untuk satu tahun.

“Obyek parkir berlangganan adalah setiap lokasi parkir di tepi jalan umum, baik yang berada di jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten, parkir berlangganan tidak berlaku pada lokasi parkir wisata, parkir pada gedung pertemuan, sarana olahraga, sarana hiburan, rumah sakit, tempat ibadah yang mempunyai halaman sendiri, mall, toko modern dan rumah makan yang mempunyai halaman yang disediakan oleh pihak pengelola, “ jelasnya.

Sasaran subyek parkir berlangganan, kata Bambang, adalah setiap kendaraan bermotor yang berplat nomor Ciamis, atau kendaraan luar Kabupaten Ciamis yang secara sukarela menjadi peserta parkir berlangganan. “Melalui parkir berlangganan ini pemerintah Kabupaten Ciamis bermaksud memberikan pelayanan lebih murah dan lebih baik lagi kepada para wajib retribusi, pelayanan lebih baik lagi akan diterima oleh para wajib retribusi, karena pemerintah Ciamis akan melatih para juru parkir menjadi tenaga profesional yang beretika dan ramah dan menjunjung tinggi aspek pelayanan, “ katanya.

Sebagai gambaran, ujar Bambang, potensi PAD yang akan diperoleh jika parkir berlangganan diterapkan di Kabupaten Ciamis berdasarkan data rekap semua jenis kendaraan yang melaksanakan daftar ulang pembayaran pajak tahun ke Bapenda tahun 2020, sebanyak 245.510 unit sepeda motor dengan tarif Rp. 20.000/tahun akan menghasilkan PAD sebesar Rp. 4.910.200.000 lalu dari kendaraan roda 4 atau lebih, sebanyak 20.685 unit dengan tarif Rp. 40.000/tahun dan dari kendaraan roda 6 atau lebih sebanyak 11.833 unit dengan tarif Rp. 60.000/tahun akan menghasilkan PAD Rp. 709.980.000, total PAD yang akan masuk dari sektor retribusi parkir tepi jalan umum berlangganan ini adalah Rp. 6.447.580.000.

“Sebuah angka yang cukup besar dan kebocoran pendapatan akibat kurang efektifnya sistem parkir konvesional yang selama ini terjadi bisa dihindari. Akhirnya semoga cita-cita mulia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membenahi perparkiran di Kabupaten Ciamis ini dapat terlaksana sebagaimana misi Pemerintah Kabupaten Ciamis yaitu mensejahterakan masyarakat, “ tandasnya. (Mamay)

 

 

 

 

 

 59 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *