Dana 7 M Untuk Beli Lahan di Alihkan, Diduga Menyalahi Prosedur dan Anti ReFocusing

PASURUAN, JAPOS.CO – Desas desus peralihan anggaran 7 Milyar yang akan digunakan untuk pembelian lahan di Pandaan pada tahun anggaran 2020 di alihkan, banyak kalangan berpendapat adanya permainan dan dugaan KKN. Hal ini di sampaikan salah satu penggiat anti korupsi, Dahniar Anisa kepada awak media, Kamis (25/2/21).

“Kalau toh bisa di dendum kan, apa nomor retur antara uang untuk bangunan fisik dan pembebasan lahan itu sama ? Berarti perencanaan nya yang salah. Dan apakah perubahan juga di ketahui oleh propinsi mengingat hasil anggaran yang sudah di dok wajib mengetahui propinsi. Lalu Anggaran lainya kena pangkas kok dana pembebasan lahan utuh, kan aneh,” ungkap Anis (sapaan akrab).

“Sebenarnya saya dan beberapa rekan sudah menelusuri ini lama, dan data kita sudah terkumpul untuk saat ini. Jika ini di bongkar maka istilahnya banyak pemain elite yang akan kelabakan, saya menduga adanya permainan dan aroma KKN pada penganggaran 2020 terkait peralihan dana pembebasan lahan di SMPN2 Pandaan dan di alihkan ke pembangunan Fisik. Kita laporkan hal ini, wartawan jika ingin menelusuri hal ini coba tanya ke dinas pendidikan, ketua DPRD kabupaten pasuruan, dan ke mas andre,” pungkas Anis.

Sementara Khoirul Anam, Ketua Wilayah Pasuruan dari L-KPK saat ini mengkaji laporan terkait hal yang sama mengatakan, kuat adanya dugaan KKN dalam anggaran 7 M ini. Bahkan Mas irul(sapaan akrab) mengatakn sudah pernah menghadap ke dinas pendidikan, dan jawaban yang dia terima normatif saja.

“Kita sudah menelusuri permasalahan ini cukup lama, kita juga sudah ke dinas pendidikan untuk audensi, dan jawaban dari dinas ya itu mas, normatif saja. Kita juga sudah kumpulkan data, jadi mungkin dari sekian penggiat anti korupsi atau LSM Bisa kita satukan data dan kita laporkan ke Kejaksaan tinggi, tapi kita tembuskan ke kejagung agar kasus benar benar di pantau,” terang Mas Irul.

Hingga berita ini diturunkan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan belum bisa di konfirmasi, pesan Whatsapp yang dikirimkan ke Kabid Dikdas juga tidak mendapat balasan.(sp)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 369 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *