Polisi Belum Temukan Unsur Kerugian Negara Proyek Pelang-Batu Tajam di Ketapang

KETAPANG, JAPOS.CO – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat belum menemukan adanya kerugian negara menyangkut proyek jalan Pelang-Batu Tajam senilai Rp 56.4 miliar di Kabupaten Ketapang, Tahun Anggaran (TA) 2019.

“Untuk pekerjaan proyek dimaksud, bahwa Polda Kalbar sudah lakukan penyelidikan, hasil sementara setelah memperoleh klarifikasi ahli tekhnis Polnep, belum menemukan adanya kerugian negara,” kata Kombes Charles Donny Go, Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, pada media, Selasa (23/02/2021) lewat pesan WhatsApp.

Proyek sepanjang 15,9 kilometer itu mendapat banyak keluhan warga, menurut Kombes Donny hal itu masih dalam standar deviasi.

“Kalaupun ada kerusakan-kerusakan masih dalam standar deviasi,” ujarnya.

Penyelidikan polisi terhadap proyek ini terjadi sekitar bulan Juni 2020 lalu, dimana sejumlah pihak terkait seperti, Kepala Dinas PUPR Ketapang, Sekretaris PUPR, PPK, PPTK sudah dimintai klarifikasi atas pengelolaan proyek yang dinilai sejumlah pihak terlalu cepat rusak meski baru dikerjakan.

Sementara itu, Agus Supriyanto, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang membenarkan proyek ini didampingi mereka melalui Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Ia mengatakan, sebelum TP4D dibubarkan pada tanggal 22 November 2019, mereka sudah menyarankan agar pekerjaan cepat dituntaskan sebab saat itu pekerjaan masih 70 persen masih ada deviasi.

“Kendala pelaksana pada waktu itu ada kebakaran hutan sehingga mempengaruhi pekerjaan disamping tonase truk yang lewat masih hilir mudik ditambah dengan kontur tanah di Pelang itu masih banyak gambut jadi tidak stabil,” kata Agus.(Dins/Tris)

 504 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *