Kasus Tanah Cakung, Jaksa Tuntut 1 Tahun 6 Bulan, Kuasa Hukum: Terdakwa Sudah Sesuai Prosedur

JAKARTA, JAPOS.CO – Sidang dengan terdakwa Achmad Djufri atas dugaan pemalsuan akta otentik kembali di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan agenda pembacaan nota pembelaan (Pledoi), Selasa (23/2).

Seperti di ketahui bahwa sidang sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa selama 1 Tahun 6 Bulan.

Menurut Jaksa, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 263 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1KUHPidana.

Sementara terdakwa melalui kuasa hukum Wardaniman Larosa, dalam nota pembelaanya mengaku yang dilakukan kliennya sudah sesuai prosedur.

Selain itu, kata Wardaniman, sejumlah girik milik Abdul Halim tidak tercatat.

Kemudian, lanjutnya menurut keterangan sejumlah saksi maupun ahli yang telah dihadirkan ke persidangan menilai tidak ditemukan kerugian ketika tanah di ukur yang berada di Kelurahan Cakung Barat Kecamatan Cakung Jakarta Timur.

“Kesimpulan kami bahwa terdakwa tidak terbukti secara sah merugikan orang lain dan terdakwa hanya menjalankan tugas.Tidak ada satu orang saksi yang menyebutkan adanya kesalahan,” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Achmad Djufri menambahkan dirinya tidak terbesit untuk mengambil hak orang lain.

Pada saat itu, kata Achmad Djufri hanya ditugaskan untuk menunjukan batas letak tanah yang tengah diukur petugas ATR/BPN Jaktim.

“Jangan kan kita mengambil hak orang lain, apalagi mengambil tanah orang lain.Saya haram mengambil tanah orang lain. Insya Allah orang tua saya mendidik saya jangan sampai mengambil hak orang lain. Agama bagi saya panduan hidup saya,” tutupnya. (Red)

 27 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *