Kang DS: Anak Disabilitas Punya Hak yang Sama

KAB. BANDUNG, JAPOS.CO – Bupati Bandung terpilih HM Dadang Supriatna meresmikan Lembaga Sosial dan Kesehatan ‘Rumah Alifa’ di Jl Raya Pacet Desa Maruyung Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung, baru-baru ini.

Rumah Alifa yang berada di bawah Yayasan Manggala Putera ini merupakan lembaga yang bergerak di bidang sosial khususnya yang melayani anak penyandang disabilitas di Kecamatan Pacet.

Bupati Bandung terpilih yang akrab disapa Kang DS menyatakan mendukung penuh keberadaan Rumah Alifa yang telah menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan bagi anak disabilitas.

“Saya ucapkan selamat atas diresmikannya Rumah Alifa yang sudah menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan bagi anak penyandang disabilitas. Saya siap men-support keberlangsungan dari Rumah Alifa,” ucapnya.

Ia meminta Rumah Alifa mencatat data berapa jumlah anak disabilitas yang perlu mendapatkan perhatian khusus, untuk bisa memenuhi hak anak disabilitas secara maksimal.

Dadang mengaku terinsipirasi oleh Rumah Alifa ini agar ke depan Pemkab Bandung lebih serius memperhatikan keberadaan anak disabilitas dan melayani kebutuhan mereka secara maksimal.

Sebab menurutnya merupakan kewajiban dan tanggungjawab pemerintah daerah, bahkan sampai ke tingkat RT, untuk bisa memenuhi hak anak disabilitas.

“Undang-undang Nomor 18 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas mengamanatkan bahwa anak disabilitas ini punya hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan, keagamaan, hak sosial dan kesehatan, aksesibilitas, dan hak-hak lainnya, yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah secara maksimal,” tandas Dadang Supriatna.

Dadang berharap Rumah Alifa jadi tempat pendidikan formal, non formal maupun vokasional terutama pendidikan keagamaan yang mampu melahirkan anak-anak disabilitas yang bermanfaat bagi umat.

Pendiri Rumah Alifa, Emma Imron sangat berterima kasih kepada Bupati Bandung terpilih yang telah memberikan perhatian kepada anak disabilitas khususnya yang ada di Kecamatan Pacet. Ia pun berterima kasih kepada Yayasan Manggala Putera yang telah memberikan kepercayan kepada dirinya bersama tim untuk mendirikan Rumah Alifa.

Emma berharap ke depan Rumah Alifa bisa lebih bersinergi dengan Bupati Bandung ke depan, Pemkab Bandung hingga Muspika Pacet untuk lebih peduli kepada anak-anak disabilitas.

“Kami berharap Rumah Alifa bisa menjadi jembatan bagi masyarakat, pemerintah dan stakeholder untuk lebih peduli dan membantu para anak disabilitas khususnya yang berada di Kecamatan Pacet,” ucap Emma.

Ia menuturkan Rumah Alifa yang didirikan tanggal 18 Februari 2021. Berangkat dari kenyataan di lapangan akan masih banyaknya bullying, body shaming atau pelecehan fisik terhadap anak disabilitas di tengah masyarakat. Hal itu menurutnya bisa menurunkan semangat juang bahkan sampai merusak mental orangtua dari anak penyandang disabilitas. Sehingga tidak sedikit anak disabilitas yang terlantarkan orangtuanya.

Oleh karena itu, imbuh Emma, dengan adanya Rumah Alifa ini dengan salah satu program unggulannya adalah pengajian bulanan yang akan diisi oleh motivator yang ahli di bidangnya, diharapkan dapat lebih meningkatkan semangat juang para orangtua dari anak penyandang disabilitas dan memotivasi orangtua untuk lebih memperhatikan serta memberi pelayanan yang lebih maksimal kepada anak disabilitas.

“Sebab kami yakin, jika orangtua anak penyandang disabilitas itu kuat, maka anaknya pun akan kuat,” tandas Emma.

Emma mengungkapkan beberapa hari sebelumnya, Rumah Alifa melakukan kegiatan home visit secara door to door ke enam desa di Kecamatan Pacet melakukan survei anak penyandang disabilitas. Hasilnya, data yang masuk ke Rumah Alifa sudah tercatat adda 86 anak disabilitas di Kecamatan Pacet.

“Untuk itu kami berharap doa dan dukungan dari semua pihak, juga dari Bapak Bupati Bandung terpilih, agar tim Rumah Alifa ini bisa lebih semangat dalam berjuang malayani anak penyandang disabilitas ini,” ucap Emma.(Dar)

 79 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *