Wisata Kelas Dunia, Bupati Terpilih Siap Kembangkan Pangalengan

KAB BANDUNG, JAPOS.CO – Bupati Bandung terpilih HM Dadang Supriatna bertekad untuk membangun destinasi wisata kelas dunia di Kecamatan Pangalengan. Hingga kini Pangalengan masih menjadi salah satu destinasi yang ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan.

Hal itu disampaikannya saat kegiatan Jumat Keliling (Jumling) kesembilan kalinya, di Masjid Al Makmur, Kampung Citere RT 05/08, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, baru-baru ini.

Pada kesempatan itu Bupati Bandung terpilih juga mengatakan Sukamanah merupakan desa dengan kemenangan ‘Paslon Bedas’ tertinggi di Kecamatan Pangalengan.

Industri wisata memang menjadi salah satu prioritas pembangunan dari Bandung Bedas, disamping industri kreatif dan industri pertanian. Industri wisata diyakini menjadi salah satu lokomotif perekonomian.

Dadang Supriatna menyatakan, Pangalengan akan dijadikan salah satu Kawasan Wisata Unggulan (KWU) Kabupaten Bandung. Untuk mewujudkan wisata kelas dunia itu dirinya akan menggandeng investor.

“Saya rencanakan di Pangalengan ini dikembangkan menjadi kawasan wisata bertaraf internasional atau wisata kelas dunia. Dalam pengembangannya nanti kita akan menggaet investor,” ungkap Kang DS, sapaan Dadang Supriatna, usai giat Jumling.

Dengan pengembangan destinasi wisata kelas dunia, imbuh Dadang, hal itu akan mendongkrak ekonomi masyarakat Pangalengan, terutama para pelaku UMKM serta kesejahteraan masyarakat sekitar. Termasuk juga dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Akan tetapi, tukas Kang DS, pengembangan pariwisata Pangalengan harus tetap ramah lingkungan serta terintegrasi dengan keindahan alam dan kelestarian budaya.

Menurutnya, Pangalengan memiliki keragaman daya tarik wisata sehingga layak dijadikan destinasi wisata kelas dunia. Kang DS menunjuk contoh, dilihat dari potensi kawasan bersejarah seperti Makam Bosscha dan Rumah Bosscha.

“Saya sendiri semalam menginap di Rumah Bosscha, sambil rapat bersama PTPN VIII di Wisma Bosscha, terkait bagaimana pengembangan wisata di Pangalengan ke depan. Rumah Bosscha ini memang layak untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia,” ungkapnya.

Dari keindahan alamnya, terdapat Perkebunan Teh Malabar dan Situ Cileunca serta pegunungan seperti Gunung Nini. Dari kelestarian budaya, di Pangalengan juga ada Kampung Wisata Rumah Adat Cikondang. Demikian pula di wisata sungai ada arung jeram Sungai Palayangan.

Untuk mengembangkan wisata bertaraf internasional di Pangalengan, maka harus disiapkan standar pelayanan pariwisata kelas dunia. Sarana dan prasarana pendukungnya pun harus dapat memfasilitasi kebutuhan dari para wisatawan asing termasuk dalam hal fasilitas hotel dan hiburan.

Diperlukan pula pengembangan wahana wisata baru dan penyelenggaraan event internasional. “Upaya tersebut perlu dilakukan dengan melibatkan berbagai stakeholder pariwisata dan promosi intensif melalui berbagai media,” ujarnya.(Dar)

 49 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *