Polwan Cantik Itu Terjerat Narkoba, Neta S Pane: Usut Kemungkinan Sindikat

BANDUNG, JAPOS.CO – Kendati sarat prestasi, nasib dan karir Polwan cantik Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi akhirnya kandas karena dijerat narkoba. Kapolsek Astana Anyar, Bandung berikut 11 anak buahnya ini di tangkap tim gabungan Propam Markas Besar Polri dengan Propam Polda Jabar, di sebuah hotel, di Bandung pada Selasa (16/2). Semua yang ditangkap diduga kuat mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

Hasil tes urine, Polwan yang selalu tampil eksentrik ini dinyatakan positip mengkonsumsi amphitamin. “Setelah di tes urine, hasilnya positif,” jelas Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (17/2).

Tak cuma kapolsek, 11 anggota Polsek Astana Anyar turut diamankan berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Erdi mengatakan, saat ini mereka termasuk Kapolsek Astanaanyar masih menjalani pemeriksaan di Propam Polda Jabar.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mengatakan, penangkapan Kapolsek Astanaanyar dan 11 anggotanya karena penyalahgunaan narkoba merupakan pukulan telak bagi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kepada media Neta mewanti-wanti Polri agar mengusut tuntas kasus ini mengingat melibatkan serombongan polisi yang diduga terlibat di satu Polsek. Neta menyebut kasus ini yang jarang terjadi karena melibatkan Kapolsek di dalamnya.

“Kasus polisi terlibat narkoba selalu berulang. Namun ini yang pertama kali ada serombongan polisi ditangkap karena terlibat narkoba. Ke 12 polisi itu seperti gerombolan mafia narkoba yang sedang beraksi, yang dipimpin Kapolseknya,” ujar Neta.

Dilanjutkannya, kasus Kapolsek Astanaanyar dan kroconya ini sangat mencoreng wajah Polri khususnya bagi Kapolri baru Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. “Bagaimana pun kasus yang sangat memalukan ini merupakan pukulan telak bagi Polri, khususnya kapolri baru,” tegasnya.

Untuk itu, IPW mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus narkoba jenis sabu yang menyeret Kapolsek Astanaanyar dan kroconya itu. “IPW berharap kasus ini diusut tuntas agar diketahui apakah ke 12 polisi itu merupakan bagian dari sindikat narkoba di Jawa Barat atau hanya sekadar pemakai,” tandasnya.@lf

 161 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *