MK Tolak Gugatan Pasangan Aman, KPU Tetapkan  Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Terpilih

PANGANDARAN, JAPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran telah menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Pangandaran di Pilkada 2020. Penetapan disampaikan melalui rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Pangandaran di hotel Horison Palma Pangandaran, Rabu, (17/2).

Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin mengatakan, dalam rapat pleno ini ditetapkan pasangan calon pada pilkada tahun 2020. “Pasangan calon nomor urut 1 yaitu pak H. Jeje Wiradinata dan H. Ujang Endin Indrawan ditetapkan sebagai calon terpilih sebagai tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati Pangandaran. Berkas berita acara dan keputusan KPU Pangandaran diserahkan ke DPRD dan Pemerintah Daerah untuk di proses dalam pelantikan bupati dan wakil bupati Pangandaran. Setelah dibahas oleh Bamus DRPD lalu diusulkan ke Kemendagri melalui Pemprov Jabar,” ujar Muhtadin, Rabu, (17/2).

Sejauh ini untuk seluruh pelaksanaan tahapan, mulai dari persiapan hingga ke penyelenggaraan pilkada berjalan kondusif dan tertib. “Meskipun didalamnya ada dinamika-dinamika dalam proses tahapan. Pemenuhan terhadap protokol kesehatan menjadi syarat mutlak pelaksanaan pilkada lanjutan ditengah pandemi Covid-19. KPU dan Bawaslu Kabupaten Pangandaran selalu bersinergi dan berkoordinasi terkait bagaimana untuk pemenuhan protokol kesehatan menjadi syarat utama selain hal-hal yang bersifat administratif penyelenggaraan pilkada sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku, “ kata Muhtadin.

Sementara Bupati Pangandaran terpilih H. Jeje Wiradinata menyampaikan puji syukur kepada Allah SWT. Dengan telah ditetapkannya oleh KPU, dirinya menilai bahwa proses tahapan pilkada sudah berakhir. “Tentunya nanti diikuti dengan mekanisme dan prosedur berkaitan dengan pelantikan antara tanggal 26 atau 27 Februari 2021. Dibahas dulu oleh DPRD lalu diusulkan ke Kemendagri melalui Pemprov Jabar. Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik. Ada dinamika tentu itu hal biasa,” ujar H. Jeje.

Dalam waktu senggang dirinya berniat akan menemui rivalnya yaitu H. Adang Hadari untuk bersilaturahmi. “Kang Adang juga seorang tokoh masyarakat bisa berkoordinasi untuk pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Pangandaran,” kata H. Jeje.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Bupati Pangandaran terpilih H. Ujang Endin Indrawan, dirinya akan menunggu proses pelantikan. “Setelah dilantik kita siap untuk menjalankan amanah dari masyarakat untuk membangun Kabupaten Pangandaran,” ucapnya.

Dalam rapat pleno KPU Pangandaran, hadir Ketua KPU Jabar beserta Bawaslu Jabar dan jajarannya, Sekda Pangandaran, Ketua DPRD Kab Pangandaran dan anggotanya, Kapolres Ciamis dan Dandim 0613 Ciamis, Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis dan Ketua Pengadilan Negeri Ciamis.

Tampak dalam undangannya, Paslon nomor urut 2, H. Adang Hadari dan H Supratman tidak hadir dalam rapat pleno terbuka yang digelar oleh KPU Pangandaran.

Dari hasil suara pilkada 2020, pasangan nomor urut satu Jeje Wiradinata-Ujang Endin Indrawan berhasil menjadi peraih suara terbanyak dengan 138.152 suara. Sementara seterunya pasangan Adang Hadari-Supratman meraih sebanyak 128.187 suara

MK Tolak Gugatan

Berdasarkan pantauan tim Jaya Pos, penetapan pasangan terpilih bupati dan wakil bupati Pangandaran oleh KPU Kabupaten Pangandaran melalui rapat pleno penetapan pasangan terpilih tersebut setelah sebelumnya Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak gugatan sengketa pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pangandaran 2020. Hal itu diputuskan oleh MK dalam sidang putusan yang digelar pada Senin (15/2).

Melalui kuasa hukum pemohon dari pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Pangandaran, Adang Hadari dan Supratman menggugat termohon yakni KPU Kabupaten Pangandaran selaku penyelenggara pemilu di Pilkada Kabupaten Pangandaran tahun 2020 ke Mahkamah Konstitusi. Dalam keputusannya MK menyatakan, pemohon tidak memiliki kedudukan hukum. Dalam pokok permohonan disebutkan, menyatakan permohonan pemohon tidak diterima.

Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin mengatakan, bahwa pada Senin (15/2) KPU Pangandaran mengikuti persidangan secara daring di KPU RI. “Pada pukul 13.50 WIB, kami mendengarkan putusan dari Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi. Dimana Majelis Hakim, menyampaikan bahwa di amar putusan, Mahkamah Konstitusi bahwa permohonan pemohon dalam hal ini pasangan Adang Hadari dan Supratman sebagai calon bupati dan wakil bupati Pangandaran nomor urut 2 dinyatakan tidak diterima. Sehingga tidak ada proses pembuktian atau persidangan selanjutnya, “ ujarnya.

Muhtadin menegaskan, dengan putusan tersebut maka perselisihan Pilkada Pangandaran telah selesai. “Dengan demikian hasil penghitungan suara Pilkada Pangandaran yang kami tetapkan beberapa waktu lalu otomatis sah dan berlaku. Selanjutnya KPU Pangandaran akan melakukan persiapan rapat pleno terbuka penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Aturannya maksimal 5 hari setelah salinan putusan diterima, kami harus menetapkan pasangan terpilih. Sejauh ini kami sudah menjadwalkan rapat pleno terbuka penetapan pasangan terpilih akan digelar pada Sabtu (30/2), “ tukasnya.

Bernapas Lega

Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Pangandaran nomor urut 1 dalam Pilkada Pangandaran 2020, H. Jeje Wiradinata – H Ujang Endin Indrawan, mulai bisa bernafas lega setelah mendengar keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) soal gugatan sengketa Pilkada Pangandaran 2020. H. Jeje yang juga Bupati Pangandaran (Petahana) mengatakan, dirinya mendapat undangan untuk mengikuti jalannya sidang MK secara virtual. “Saya ikut memantau jalannya sidang MK, “ ujar H. Jeje, Senin (15/2).

Menurut H. Jeje, dalam sidang MK tersebut diputuskan Pemohon tidak mempunyai bukti yang cukup sehingga kesimpulannya gugatan Pemohon tidak dapat diterima. “Tentunya saya bersyukur kepada Alloh SWT. Bukan masalahnya saya dan Kang Ujang menang, tetapi sudah tahu siapa yang akan memimpin Pangandaran ke depan. Gonjang-ganjing proses Pilkada Pangandaran 2020 yang penuh liku-liku kini sudah berakhir. Tentunya kami akan mengikuti proses selanjutnya yaitu penetapan calon terpilih dari KPU, lalu pengajuan dan pengesahan dari Menteri Dalam Negeri, “ kata H. Jeje.

Ditambahkan H. Jeje, putusan ini juga akan membuat proses peralihan kepemimpinan di Pangandaran tak mengalami kekosongan yang terlalu lama. “Pada 17 Februari ini berakhi masa jabatan. Nah, sekarang tinggal dua tahap lagi yaitu penetapan pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), lalu pelantikan. Jadi kalaupun setelah tanggal 17 Februari ada Plt Bupati Pangandaran tak akan terlalu lama, “ kata H. Jeje. H. Jeje juga mengaku dalam waktu dekat ini dirinya bersama Ujang Endin akan bersilaturahmi kepada Adang Hadari. (Mamay)

 91 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *