40 Tahun Pensiunan Guru SMPN 5 Perjuangkan Hak, BPN Pekanbaru Akhirnya Tinjau Lokasi Sengketa

PEKANBARU, JAPOS.CO – Tanah kaplingan milik pensiunan para guru SMPN 5 seluas 3 ha yang berlokasi di Jl Arifin Ahmad Kota Pekanbaru, masih bermasalah dengan hukum. Pasalnya tanah mereka sebelumnya telah diklaim milik seseorang bernama H Asril dan saat ini di atas tanah kaplingan tersebut telah berdiri bangunan ruko dan Rumah Sakit Mata SMEC.

Salah seorang pemilik tanah bernama Nurhayati memaparkan bahwa selama 5 tahun (1977-1982) mereka telah membeli tanah kaplingan tersebut dengan cara mencicil yang dibelinya dari Saiden Pardede.

“Setelah lunas keluarlah surat SKPT, namun beberapa tahun kemudian terjadilah sengketa. Kami dikalahkan oleh H Asril yang katanya punya surat hibah. Kami tegaskan, kami tidak pernah menjual tanah kami kepada pihak manapun. Kami merasa dikalahkan dengan orang yang berduit!” kata Nurhayati.

Nurhayati melanjutkan bahwa saat pembuatan jalan, mereka juga mendapatkan ganti rugi dari pihak PUPR.

Seorang anak dari salah seorang pemilik tanah, Jhoni ikut angkat bicara, ia mengatakan mereka akan terus berusaha untuk merebut tanah itu kembali ke tangan mereka.

“Saya sudah bicara kepada H Asril bahwa tanah itu milik kami, tapi tidak didengar. Banyak pihak yang mengaku-ngaku bahwa tanah tersebut milik mereka. Pada waktu itu saya masih kelas 1 SMA. Saya ingat sekali, waktu itu kami yang menanam pohon rambutan di lahan tersebut,” terang Jhoni.

Melalui kuasa yang diberikan pihak pensiunan guru SMPN 5 kepada DPP LSM Perisai Pekanbaru, Sunardi mengatakan bahwa tanah tersebut adalah multlak milik para pensiunan guru SMPN 5.

“Bagi siapapun yang sudah membangun ruko di atas lahan itu, kalau tanah masih status quo harusnya tidak boleh ada aktivitas apapun di sana. Jangan sekali-kali mereka mengklaim tanah ini milik mereka karena memiliki sertifikat. Perlu diketahui bahwa sertifikat mereka bersumber dari surat hibah yang dinyatakan tidak sah dan tidak berlaku,” tegas Sunardi.

“Kami berharap dengan turunnya pihak BPN Kota Pekanbaru ke lokasi, setidaknya para pihak yang sedang mengajukan surat menyurat dipending sampai dengan persoalan hukum kita selesaikan,” sambungnya lagi.

Sementara itu, kuasa hukum para pensiunan guru, Lamarius SH mengatakan bahwa setelah diperhatikan dari putusan pengadilan, pihak guru-guru tersebut telah dizalimi oleh H Asril yang telah membuat surat palsu karena tidak pernah ditandatangani oleh Lurah Sidomulyo Timur dan Camat Siak Hulu.

H Asril dapat meyakinkan majelis hakim yang memutus perkara tersebut, namun di kemudian hari oleh Pak Sunardi ditemukan bukti baru bahwa surat hibah tersebut adalah palsu.

“Harapan kami sebagai kuasa hukum kiranya para penegak hukum kembali kepada bukti-bukti hukum yang ada dan fakta-fakta hukum yang tidak terbantahkan,” jelas Lamarius.

Saat dimintai pendapat, pihak BPN-Harry selaku Koordinator Penanganan Perkara Sengketa mengatakan, selanjutnya mereka akan mengundang semua pihak yang bersengketa untuk penyelesaian berikut.(AH)

 396 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *