Mahasiswa KKN Unila Bagi-Bagi Masker di Pasar Km 2 Blambangan Umpu

WAY KANAN, JAPOS.CO – Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) periode pertama Universitas Lampung (Unila) melaksanakan kegiatan pembagian masker kepada warga di pasar Pemda Km 2 Kelurahan Blambangan Umpu Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan, Minggu (14/2).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mendukung pemerintah setempat dalam  pencegahan sekaligus  upaya represif memutus rantai penyebaran Covid-19 yang terus bertambah.

“Jadi apa yang kami lakukan ini sebagai bentuk dukungan kami kepada program Bapak Bupati Way  Kanan  dalam memutus rantai  pandemi Covid-19, khususnya di Way Kanan, karena kami melihat masih banyak sekali masyarakat dan pedagang  yang mengabaikan penggunaan masker maupun protokol kesehatan  dalam kegiatan di pasar ini, sekaligus kami menyampaikan imbauan yang diberikan oleh bupati dan sanksi apa tidak akan diterima oleh masyarakat bila melanggar protokoler kesehatan dimasa pandemi corona, sekaligus mengedukasi warga tentang pentingnya mengenakan masker di tempat unum,” ujar M Djalal HA, perwakilan mahasiswa KKN Unila di sela-sela membagian masker pada pedagang dan masyarakat yang berintegrasi di Pasar Km 2 Blambangan Umpu.

Lebih jauh M Djalal HA menyampaikan bahwa sebenarnya sosialisasi pentingnya mengenakan masker di tempat umum untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, telah disampaikan noleh Bupati Way Kanan melaui Surat Edaran No: 360/71/V.05-WK/2021 tentang pencegahan penularan corona virus disease (Covid-19) di Kabupaten Way Kanan, yang menekankan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, akan tetapi nyatanya masyarakat tetap abai, sehingga ia dan kawan-kawannya (mahasiswa-mahasiswi) peserta KKN dari Unila mencoba mengingatkan kembali bahwa mematuhi protokoler kesehatan itu sangat berguna bagi dirinya dalam masyarakat yang ada di sekelilingnya.

Kegiatan mahasiswa-mahadiswi KKN Unila tersebut didukung penub oleh Hasanudin SE MM, yang juga menurunkan 5 Kasi nya untuk membantu mengedukasi warga. “Kami bersama tim Gugus Tugas Pemkab Way Kanan sudah berkali-kali mengingatkan dan melakukan operasi yustisi di Pasar Pemda Km2 ini akan tetapi namanya masyarakat, (saat kita datang bahkan waktu itu ada yang sudah diberi sanksi dengan push-up oleh pak Dandim dan pak Kapolres mereka menurut) namun setelah tim pergi masyarakat dan pedagang kembali membuka masker dan hanya dililitkan di leher saja,” ujar  Hasanudin.

Pada kesempatan yang sama, Agus salah satu pedagang local di Pasar Pemda mengungkapkan kegiatan pembagian masker ini sangat bermanfaat bagi pedagang dan untuk menjaga diri dari penularan Covid-19.

“Dengan adanya kegiatan pembagian masker dari mahasiswa KKN Universitas Lampung ini, sangat bermanfaat dan semoga banyak yang sadar akan pentingnya mengenakan masker untuk menjaga diri dari penularan Covid-19,” sebutnya.

Untuk diketahui bahwa kalau para pedagang lokal sebagian besar setiap beraktivitas di pasar ini menggunakan masker akan tetapi para pedagang yang tidak menggunakan masker itu kebanyakan dari luar Blambangan Umpu baik pedagang sayur, kelontongan maupun pedagang ikan. “Jangankan kami yang memberikan teguran waktu melakukan operasi yustisi, mereka semua sudah diingatkan tapi ketika tim pergi maskernya dibuka kembali,” ujar Agus dan Herman, pedagang.

Terpisah, salah satu pedagang ikan, Aldi mengatakan sebelumnya telah beberapa kali dilakukan razia oleh pihak TNI/Polri maupun Satpol-PP namun para pedagang tetap membandel bahkan sering kali dilakukan sanksi seperti, push-up, bernyanyi dan lain-lain. “Sudah sering sih kak, tapi ya namanya manusia terkadang lupa. Saya aja lupa pake masker,” tuturnya sembari tertawa.

Diharapkan kepada pihak yang berwenang agar dapat memberikan sanksi yang lebih tegas kepada para pelanggar agar senantiasa para pelanggar dapat selalu memakai masker. “Karena itu untuk kepentingan bersama,” tegas Aldi.(Suhaili)

 99 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *