Diduga Berkedok ‘Cut and Fill’ Tambang Bauksit Beroperasi di Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, JAPOS.CO – Dugaan aktifitas pengerukan batu bauksit berkedok Pematangan Lahan (Cut and Fill) kembali terjadi di Sei Carang Kelurahan Air Raja, Tanjungpinang Timur, Kepulauan Riau (Kepri), tepatnya tidak jauh dari Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang, Sabtu (6/2).

Terpantau media ini, material galian diduga bauksit diangkut dan ditumpuk ke wilayah Sei Carang Kelurahan Air Raja Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang yang dikabarkan merupakan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Telaga Bintan Jaya (TBJ).

Humas PT TBJ, Keny yang dihubungi melalui telepon genggam membenarkan jika aktivitas pengerukan lahan yang tengah berlangsung adalah usaha Cut and Fill milik PT TBJ.

Ditanya kenapa material galian dari cut and fill itu diangkut lalu ditumpuk di lokasi WIUP PT TBJ di Sei Carang, Keny justru menjadi marah.

“Dari mana anda tau itu bauksit? Anda jangan mengancam. Rumah bapak dimana? Biar kami angkut ke rumah bapak saja materialnya,” sebut Keny dalam percakapan telepon, Sabtu (6/2) siang.

Sementara itu, Jairun, manager perusahaan saat dihubungi melalui telepon mengaku masih dalam masa cuti. “Nanti jika saya turun ke Tanjungpinang saya hubungi, sekarang saya berada di Kijang ngurus keluarga ada yang kurang sehat,” ucapnya.
Handoko, Staf Bidang Perizinan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri didampingi Inspektur tambang Kepri, Sastro menegaskan bahwa kegiatan cut and fill dengan kegiatan pertambangan adalah usaha yang berbeda. Di mana pengerukan lahan dengan alasan cut and fill harus memiliki izin tersendiri dalam melakukan pengerukan maupun penimbunan.

“Termasuk pengangkutan material dari tempat galian ke tempat lain juga harus ada izin,” terang Handoko kepada Japos.co, di ruang kerjanya, Senin (8/2).

Ia menjelaskan, jika material galian yang diambil dari kegiatan cut and fill tersebut benar bauksit, kemudian ditumpuk ke tempat lain itu namanya pencurian. “Itu pidana,” tegas Handoko.

Ia juga menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan terkait kebenaran informasi yang diterima.

“Terimakasih atas informasinya, dalam waktu dekat kita akan inspeksi ke lapangan,” ucapnya.

Dikabarkan sebelumnya, Rabu (5/8/2020) lalu, aktivitas serupa juga sempat terjadi di Kelurahan Batu Sembilan, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang. Hengky, lelaki yang mengaku sebagai orang lapangan kepada wartawan kala itu mengakui bahwa yang melakukan pengerukan bauksit di lokasi tersebut adalah perusahaan milik salah satu pengusaha property ternama di Kota Tanjungpinang.(Marudut) 

 148 total views,  7 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *