Proyek Hibah Drainase dari Povinsi Jatim Diduga Ajang Korupsi

PASURUAN, JAPOS.CO – Adanya pekerjaan pembangunan Drainase di wilayah Kecamatan Rembang yang saat ini masih dikerjakan menjadi bahan pembicaraan beberapa kalangan LSM. Seperti pemberitaan sebelumnya di Japos.co, pekerjaan saat ini sudah hampir rampung 100%. Akan tetapi hal ini semakin menguatkan adanya dugaan korupsi dalam proses pembangunanya.

Dikatakan Zainal Abidin ST, Sekjen Wadah Aspirasi Rakyat(WAR) menunggu hingga selsai, ada beberapa lokasi lain yang masih dihimpun datanya.”Modusnya hampir semua sama,” jelasnya.

“Untuk bangunan sendiri kita lihat pondasinya bagaimana, ukuran berapa, estimasi campuran luluh dan semen bagaimana, volume pekerjaan bagaimana, masalah spek tek dan lainya bagaimana, informasi keterbukaan publik terkait itu proyek apa,  begitu susahnya masarakat bisa tau. Kita tetap pada awal, yaitu melaporkan kasus ini kepenegak hukum. Mungkin mereka mengira kita gertak sambal mas, ya kita lihat saja nanti. Untuk benar atau salah itu nanti urusan penegak hukum dan hakim. Kita hanya melakukan kontrol sosial sesuai tupoksi kita, memang kuat dugaan kami proyek ini jadi ajang korupsi,” ungkap zainal, Kamis (28/1).

Hal senada Ketua wilayah L-KPK Pasuruan, Khoirul Anam pun menyoroti hal ini dan merasa adanya dugaan kuat unsur memperkaya diri dan korporasi.

“Kemarin saya baca di media bahwa pembangunn di wilayah kecamatan Rembang itu bermasalah. Kita sudah cek lokasi dan memang tidak salah jika ada yang beranggapan proyek drainase yang berasal dari dana bansos atau hibah itu menjadi ajang mencari keuntungan saja. Jika diperlukan kita juga bisa turun lokasi dengan tim konsultan untuk hitung volume dan lainya. Anggaran berapa dan kenyataan di realisasikan berapa,” ucap Khoirul Anam.

Saat kembali mendatangi lokasi guna mengkonfirmasi ke pemborong dan melihat progres perkembangan proyek, menemukan sudah 2 lokasi yang sudah tampak selesai, dan 1 lokasi yaitu di Siyar yang masih tinggal beberapa meter saja.

Anehnya, prasasti sebagai tanda proyek juga terlihat janggal, tampak hanya terbuat dari keramik yang di kasih stiker yang sangat mudah mengelupas. Bahkan sudah sedikit mengelupas dan sngat rentan hilang tulisan stikernya. Ainul ibad(kontraktor) tidak berada di lokasi dan hanya beberpa pekerja yang tampak nasih mengerjakan finisingnya.

Hingga berita in i diturunkan Ainul ibad sendiri saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp tidak memberi balasan.(Sp)

 

 270 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *