Kondisi Jalan Kota Perdagangan Dikeluhkan Masyarakat

SIMALUNGUN, JAPOS.CO – Kota Perdagangan Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun, merupakan kota bagi masyarakat setempat dan masyarakat lainnya merupakan jalan raya bagi siapapun yang melintasi bila ingin dari Kabupaten Simalungun menuju Kota Pemantang Siantar.

Sebelum memasuki Kota Perdagangan, terlebih dahulu disuguhi satu-satunya jembatan yang melintasi Sungai Bahbolon dengan tanjakan yang lumayan tinggi.

Padatnya aktifitas dan pengguna jalan Kota Perdagangan setiap hari dapat dilihat dari ramainya pengunjung di setiap pertokoan dan pusat pasar kota Perdagangan.

Namun di sisi lain, banyak dikeluhkan sebagian besar masyarakat yang ingin berbelanja di sana. Salah seorang warga Kecamatan Bosar Maligas, Masni di mana dia merupakan pedagang kelontong yang setiap hari harus berbelanja ke Kota Perdagangan. “Jantung ini berdebar bila berselisih dengan truk-truk besar di Kota Perdagangan bang, belum lagi debunya menghalangi pandangan mata, jalan di depan toko-toko berlubang, takut kalau oleng menimpa,” katanya.

Belum lagi yang dikeluhkan oleh pedagang kaki lima dan pemilik toko, debu berterbangan di saat truk melintas di Jalan Sisingamaraja, pusat kota Perdagangan. “Terlebih bila hari-hari libur besar, jalanan ini padat bang, belum lagi suara klakson mobil yang bersahut-sahutan,” sebut salah seorang warga Perdagangan keturunan Tionghoa.

Dalam penelusuran terkait keluh-kesah pengunjung kota Perdagangan dan masyarakat setempat, Japos.co berkunjung ke kantor Kecamatan Bandar Perdagangan, namun padatnya aktifitas Camat Bandar Amon Carles Sitorus sehingga hanya menyampaikan permohonan maaf serta menjawab melalui pesan WA. “Kita sudah berkoordinasi dengan dishub bagaimana mengatasi permasalah jalan di kota Perdagangan yang ramai dilalui truk-truk bertonase besar, salah satu usul kita,” terang camat.

Adapun usulan dimaksud yaitu meningkatkan status kelas Jalan Sudirman, Merdeka, Rajamin Purba dan Jalan Kartini sampai ke depan bekas panggung bioskop menjadi kelas jalan provinsi agar layak dilalui kendaraan bertonase besar dan tidak terjadi penumpukan arus lalulintas di Jalan Sisingamaraja. “Jadi, kedepanya dibuat dua jalur dari kota dan dari Jalan Merdeka sehingga dapat menimalisir kerusakan jalan kota Perdagangan,” sebutnya.(Bw)

 145 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *