Ambruknya Dreanase Desa Pulai Payung, jadi Perhatian Kejari Mukomuko

MUKOMUKO, JAPOS.CO – Pembangunan Drainase Tipe II  di bangun TPK Desa Pulai Payung dengan sumber dana dari DDS dengan jangka waktu kerja 120 hari kerja dengan volume 64 X 1,5 X 1,0 X 1,5 M,  senilai Rp.109.644, namun pembanguana ini terkesan asal jadi.

Namun sangat disayangkan pembangunan drainase di Desa Pulai Payung Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu ambruk. Hal ini menjadi perhatian Penegak Hukum.

Informasi yang berhasil dihimpun pembangunan Drainase di Desa tersebut  belum lama dilaksanakan, menurut Kepala Desa Pulai Payung pembangunan Dreanase tersebut dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kerja (TPK) desa itu sendiri, dalam pelaksanaaan pembangunan tersebut selalu dalam pemantauan kepala desa dan juga dari pihak kecamatan, bahkan pekerjaannya di serahkan sama TPK.

Sementara Camat Kecamatan Ipuh Sepradanur SH mengatakan selama pembangunan berjalan pihaknya juga ikut memantau, namun setelah di lakukan monep, secara kasat mata bangunan tersebut sudah bagus namun untuk memestikan apakah bangunan itu sesuai dengan kontruksinya dirinya tidak bisa mastikan.

“Yang paham tentang itu adalah tim ahlinya,” terangnya.

Hal senada di jelaskan Sepradanur, saat terjadinya bangunan itu anbruk, malamnya memang ada hujan deras.

Sementara Sekertaris TPK Sugandi mengatakan ambruknya bangunan tersebut di akibatkan oleh bencana alam dengan adanya hujan.

Terkait ambruknya drainase, saat di konfirmasi Kajari Mukomuko Hendri Antoro, S Ag, SH, MH mengatakan dirinya sudah mendapatkan informasi, namun dirinya mengaku laporan tersebut belum menerima.

“Laporan tertulisnya belum di terima, tetapi saya sudah sampaikan ke interan Kasi Pidus untuk mencoba untuk klarifikasi atau pengumpulan data, apakah pekerjaan yang roboh seperti itu apakah memang faktor alam, atau kah kualitas pekerjaan nya tidak sesuai Spek, mungkin saja pekerjaan nya sesuai Spek mungkin perencanaan nya tidak matang, jika itu terjadi kita akan tolak ukur, berbagai kemungkinan bisa terjadi,” ungkap Hendri.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Pulai Payung saat dimintai tanggapanya melalui pesan whatsapp belum merespon.(JPR)

 

 

 

 182 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *