Polda Riau Lakukan Olah TKP Kasus Penembakan H Permata Oleh Petugas Bea Cukai

PEKANBARU, JAPOS.CO – Tim Penyidik Ditreskrimum Polda Riau terus mendalami kasus penembakan H Jumhan atau H Permata di perairan Sungai Belah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (15/1/2021) lalu. Pengusaha asal Batam itu tewas di tempat dengan sejumlah luka tembak di bagian dada oleh petugas Bea dan Cukai ketika hendak menggagalkan penyelundupan 7,2 juta batang rokok ilegal.

Tak terima atas kejadian tersebut, akhirnya pihak keluarga H Permata melapor ke Polda Kepulauan Riau. Namun, terhitung Senin (18/1/2021), penanganan kasus diserahkan ke Polda Riau karena Locus Delicti di Provinsi Riau.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan mengatakan, untuk mengungkap kasus ini pihaknya sudah meminta keterangan dari 20 orang saksi terdiri dari 16 saksi dari rombongan H. Permata dan 4 saksi dari warga Sungai Belah.

“Pemanggilan para saksi dari Bea Cukai adalah untuk mengetahui kronologis penembakan tersebut. Seperti apa kejadiannya, dan hal-hal yang perlu kita dengar,” kata Teddy

Selain dari masyarakat, penyidik juga melakukan pemeriksaan kepada Kepala Bea Cukai Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Ari Wibawa Yusuf, Kamis (21/1/2021). Penyidik juga memeriksa Kepala Seksi (Kasi) Penindakan Bea Cukai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Gunar Wiratno.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, membenarkan kalau Gunar datang memenuhi panggilan.

Teddy mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan terungkap selain H. Pertama yang tewas di tempat, dalam kasus itu juga Nakhoda kapal – Bahar ikut tertembak. Korban Bahar meninggal beberapa hari setelah kejadian penembakan karena  mengalami luka tembak di kepala, Selasa (19/1/2021).

“Data terakhir hingga hari ini, ada empat orang menjadi korban atas penembakan tersebut. Dua meninggal, H Permata dan Bahar. Jenazah korban sudah dibawa ke Tembilahan untuk dimakamkan, dua lagi mengalami luka tembak,” ujarnya, Kamis (21/1/2021).

Dua anak buah H Permata yang ikut tertembak adalah Abdul Rahman dan Irwan. Korban Abdul Rahman mengalami luka tembak di telapak kaki sebelah kiri. Sementara korban Irwan, mengalami luka di lengan sebelah kiri. Ketika penembakan terjadi. keempat korban ada dalam satu kapal.

“Sebenarnya, penyidik juga memanggil 6 petugas Bea Cukai Tembilahan yang ikut dalam operasi penangkapan. Namun, mereka berada di kantor pusat di Jakarta untuk pemeriksaan internal,” tutup Direskrimum Polda Riau. (AH)

 

 

 

 

 

 105 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *