Aksi Mogok Kerja Pedagang Daging Sapi Jabodetabek

JAKARTA, JAPOS.CO – Kondisi ketersediaan pangan saat ini perlu mendapat perhatian yang serius, bukan hanya karena situasi Pandemi Covid 19 yang belum juga mereda akan tetapi juga ada kecenderungan negara-negara lain penghasil bahan pangan dunia juga berusaha menahan pangannya untuk keperluan dinegaranya termasuk daging sapi impor. Hal tersebut diungkapkan Ema Umiyyatul Chusnah Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PPP dalam keterangan pers secra tertulis kepada wartawan, Rabu (20/1).
Pedagang daging sapi se- Jabodetabek juga melakukan aksi mogok jualan hingga tiga hari ke depan. Setelah sebelumnya aksi mogokdilakukan oleh pengrajin tempe beberapa hari lalu.
Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh Pedagang Jabodetabek, menurut Ema dinilai sebagai salah satu bentuk ekspresi kekecewaan terhadap kinerja pemerintah. Namun para pedagang juga memiliki tanggung jawab moral kepada konsumen, karena aksi mogok justru akan menimbulkan kelangkaan daging sapi.
“Konsumen akan kesulitan memperoleh daging, padahal kemudahan akses pangan merupakan tanggung jawab kita semua sebagai warga negara. Diharapkan ada komunikasi antara pejabat berwenang bersama Asosiasi dagang mengenai tata kelola daging sapi,” terangnya.
“Selain itu kami melihat ketidak stabilan harga-harga pangan pokok, ditengarai oleh menurunnya jumlah supplai ke pasar atau adanya spekulasi oleh pelaku bisnis untuk memperoleh keuntungan pada situasi ini,” lanjutnya.
Ema menyayangkan, ketidaksiapan pemerintah dalam menata laksana produksi di tingkat lapang dan tidak dimilikinya peta produksi dan data yang akurat merupakan salah satu penyebab terjadinya fluktuasi harga harga pangan pokok di masyarakat. (Red)

 104 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *