Terinspirasi dari Sebuah Film Remaja Surian Bunkal Lakukan Ini

MUKOMUKO, JAPOS.CO – Selama masa pandemi Covid-19 mewabah di daerah ini, banyak sekolah dan perguruan tinggi di daerah ini tidak melaksanakan belajar tatap muka, dan harus belajar secara daring atau belajar secara online, sehingga kebanyakan para remaja yang membuang-buang waktu dengan melakukan kegiatan yang tak jelas manfaatnya. Namun demikian beda dengan remaja yang ada di Desa Surian Bungkal Kecamatan Selagan Raya Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu ini, meskipun belasan remaja ini tingaal di pelosok desa.

Belasan remaja di Desa Surian Bungkal, mempunyai ide-ide kreatif yang menciptakan karya-karya yang bermanfaat baik bagi mereka maupun bagi masyarakat setempat. Terbukti dari ide kreatif yang mereka ciptakan salah satunya saat ini mereka sedang menggarap sebuah film yang notabene berbentuk ‘parodi’ dimana film yang mereka garap terinspirasi dari sebuah film layar kaca yakni Film ‘Wiro Sableng’ yang berlambangkan kapak maut Naga Geni 212.

Di dalam penggarapan film yang bersifat parodi ini, para remaja ini hanya mengambil sisi gerakan-gerakan yang hampir mirip dengan film aslinya bukan berarti ada usur kesengajaan untuk menciplak isi dari alur skenario yang sesungguhnya. Hal ini diungkapkan salah seorang remaja yang terlibat dalam pembuatan film tersebut.

Dari belasan remaja yang terlibat dalam penggarapan film ini salah satu di antaranya adalah Birmantoni yang juga seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di kota Bengkulu.

“Kami lakukan semua ini dikarenakan kami remaja yang masi dalam masa pendidikan tidak banyak yang bisa kami lakukan, apalagi di masa pandemi ini, sudah pasti kami lebih banyak belajar di rumah ketimbang di bangku sekolah, untuk mengisi waktu, kami punya ide dan sepakat untuk membuat sebuah karya yang mana karya ini kami tuangkan dalam bentuk sebuah film,” Birmantoni menjelaskan.

“Kenapa kami angkat dari film ini, karena kami menyenangi film Wiro tersebut sehingga kami terinspirasi dengan mengambil adegan-adegan yang kami kemas dalam betuk parody. Dalam penggarapan film ini kami tidak ada maksud untuk menciplak dari alur cerita serta skenario dari film tersebut, ini hanya sekedar hiburan semata dan tidak pula ada maksud melanggar hak cipta dari film Wiro Sableng yang asli. Film yang kami garap bukan lah berjudul Wiro Sableng tapi Wiro Ngableng,” lanjutnya.

“Apa yang kami lakukan ini disambut baik oleh masyarakat, karena yang kami lakukan bersifat positif, dari pada kami melakukan hal yang tidak baik di mata masyarakat,” tutur Birmantoni saat dihubungi Japos.co, di lokasi.

Di dalam pembuatan film ini, seandainya karyanya terdapat nama serta lokasi yang sma dengan yang lain, ujarnya, hal ini bukanlah unsur kesengajaan dan film ini hanyalah fiksi belaka.

Kru dari pembutan film ini terdiri dari Birmantoni sebagai aktor, Firmansyah, aktor, Jos Sudarso, Yeri  kameraman dan editor, Jejen editor, gopy, Dandi, Anas, RIzky, Satria, Megy aktor.

“Apa bila terdapat kesalahan dan kekilafan, kami dari kru memohon maaf kepada semua pihak, dan apabila terdapat hal-hal yang tidak disenangi, karena ini tidak ada unsur kesengajaan,” pungkas remaja yang akrab dipanggil Bir ini.(JPR)

 283 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *