Jalan di Simpang Gunung Bayu Terendam Air, Warga Kebingungan

SIMALUNGUN, JAPOS.CO – Malang nian nasib dialami warga masyarakat emplasmen PTPN4 unit Gunung Bayu. Pasalnya, warga Desa Gunung Bayu Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun kesulitan bila hendak keluar sebab akses jalan mereka benar-benar terputus.

Sebagaimana disampaikan Kepala Desa (Kades) Gunung Bayu Zubir Sidiq bahwasanya pengguna jalan (itu) bukan hanya masyarakat emplasmen PTPN4 unit Gunung Bayu saja, namun dari dulu kala masyarakat Kampung Lantosan dan yang lainnya selalu menggunakan jalan tersebut. “Jalan Simpang Gunung Bayu, bila kita ingin memperbaikinya perusahaan selalu mengklaim (jalan) itu masih dalam wilayah HGU, tetapi kenapa sampai sekarang tidak diperbaiki?” sebut Kades Zubir Sidiq.

Disebutkan, warga masyarakat Kampung Lantosan sudah lebih dulu atau jauh sebelum perkebunan berdiri pada 1917, menggunakan akses jalan simpang Gunung Bayu.

Sementera salah seorang warga emplasmen PTPN4 unit PKS Gunung Bayu kepada Japos.Co mengemukakan hingga kini jalan tersebut tidak bisa dilalui. “Roda empat bisa tapi kalau sepeda motor langsung terjebak lah bang,” ujarnya.

“Tragisnya, para pedagang keliling seperti pedagang bubur pernah dagangannya tumpah ke dalam genangan air begitu juga pedagang ikan yang terjerembab dan terguling, ikan daganganya berserakan mengapung di permukaan air,” sambung Rijal, warga Desa Nanggar Bayu.

Disebutkan, PTPN4 unit Gunung Bayu adalah pengguna aktif akses jalan tersebut, truk-truk pengangkut hasil produksinya selalu melintasi jalan tersebut. “Dan hanya jalan ini satu-satunya akses menuju pabrik pengolahan sawit unit Gunung Bayu,” bebernya.

Sementara Kepala Staf Perkebunan Unit Gunung Bayu mengaku, perbaikan sudah terus dilakukan oleh pihaknya, termasuk penimbunan dengan batu padas dan memperbanyak parit-parit (kantong air). “Namun tingginya curah hujan hampir setiap hari, membuat kondisi jalan cepat rusak,” katanya.

Namun demikian, warga masyarakat setempat berharap kepada pemeritah daerah maupun pihak perusahaan agar dapat meluangkan waktu dan pemikirannya untuk perbaikan pedesaan tersebut. Sebab jalan ini adalah kebutuhan primer demi melancarkan roda perekonomian masyarakat desa. “Jangan salahkan hujan tapi berpikirlah bagaimana setiap hari melaluinya sebelum datang hujan,” tandas salah satu warga.(Bw)

 232 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *