Jalin Sinergitas, Direktur Ditreskrimum Polda Riau Lakukan Silaturahmi dengan Awak Media

PEKANBARU, JAPOS.CO – Dalam mewujudkan sinergitas dan kerja sama yang baik antara pihak Polri dan para awak media, Direktur Ditreskrimum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, SH SIK MSi, lakukan acara silaturahmi dengan para awak media. Acara digelar di Gedung Mapolda Riau Lt.4 pada ruang rapat Ditreskrimum (Ruang Gelar) yang berlokasi di Jl Pattimura–Pekanbaru, Jumat ( 15/01/2021) sekitar pukul 15.00 wib.

Kombes Pol Teddy Ristiawan merupakan Direktur Ditreskrimum yang baru menjabat di Polda Riau sejak Januari 2021.

Dalam acara tersebut Kombes Pol Teddy Ristiawan memperkenalkan dirinya, Ia menyampaikan keinginannya untuk menjalin komunikasi yang baik dan Sinergitas dengan para awak media dalam menyampaikan informasi yang tajam dan akurat kepada masyarakat.

“Saya butuh dukungan dari masyarakat kota Pekanbaru dan rekan-rekan media sekalian untuk memberikan  informasi yang tajam dan akurat. Jika informasi itu benar-benar akurat, jangan sungkan-sungkan untuk menyampaikan kepada saya, pintu saya terbuka lebar-lebar” kata Teddy saat memperkenalkan dirinya.

Pada kesempatan itu Dir Reskrimum Polda Riau ini juga menjabarkan mengenai kasus-kasus hukum yang berhasil diungkap dan yang sedang ditangani oleh pihak penyidik Polda Riau. Teddy juga membahas menyangkut kasus penumpukan sampah yang ada di wilayah Kota Pekanbaru.

“Terkait dengan pelaksanaan tugas kami sebagai penyidik reserse Polda Riau, mulai dari awal tahun sampai hari ini kami menggalakkan penangkapan atau penegakkan hukum terhadap pelaku kasus pencurian pasal 303 KUHPidana.  Alhamdulillah,  sejak Januari 2021 sampai hari ini kita bisa mengungkap kasus tindak pidana sebanyak  45 kasus  di seluruh wilayah provinsi Riau dengan jumlah  tersangka  sebanyak 74 orang, baik laki-laki dan perempuan semuanya melalui proses penyidikan di Polres masing-masing” ungkapnya.

“Selanjutnya, kita melihat fenomena penumpukan sampah sejak awal Januari di wilayah kota Pekanbaru. Akhir-akhir ini sejak awal Januari kemarin kita sama-sama kita melihat penumpukan sampah, baik di pinggir  jalan, di tempat pembuangan sampah di pasar-pasar, di kios-kios/took-toko. Tumpukkan sampah ini sangat mengganggu karena mengeluarkan bau luar biasa dan dapat mengganggu lalu lintas jalan raya” terangnya lagi.

Teddy menambahkan sehubungan informasi dari masyarakat terkait buruknya penanganan sampah di wilayah kota pekanbaru, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum telah melakukan gelar perkara. Terhitung sejak tanggal 15 Januari 2021 kasus ini akan memasuki tahap penyelidikan, selanjutnya melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang berjumlah 20 orang, baik itu saksi-saksi di lapangan, dari pihak masyarakat dan warga yang terdampak akibat sampah-sampah tersebut  juga akan menghadirkan saksi Ahli baik itu Lingkungan, Pidana, demi mengungkap kasus tersebut.

“Pasal yang diterapkan adalah pasal 40 dan atau pasal 41 pada Undang-undang RI No.18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah  dengan ancaman hukuman pasal 40 ayat 1 yaitu ancaman hukuman 4 Tahun penjara dan denda paling sedikit 100 juta, pasal 41 ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara 3 Tahun dan denda sedikitnya 100 juta” tutup Direktur Ditreskrimum Polda Riau ini. (AH)

 

 136 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *