Tingkatkan Nilai Jual Produk Para Pelaku UKM Mendapat Pembinaan dari DKUKMP

CIAMIS, JAPOS.CO – Lepasnya Pangandaran menyebabkan Kabupaten Ciamis kehilangan sektor pariwisata yang dulu sangat diandalkan dalam meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Oleh karenanya, Kabupaten Ciamis harus segera mengambil strategi dengan melakukan berbagai upaya dan terobosan pada sektor lain yang tersisa, untuk meningkatkan PAD tersebut.

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Ciamis berupaya meningkatkan dan mengembangkan potensi-potensi para pelaku usaha mikro, dengan memberikan sosialisasi, pembinaan dan bantuan permodalan.

Kabupaten Ciamis sendiri identik dengan panganan lokal, yaitu sejenis kuliner yang tersebar dengan merata ditiap pedesaan di Kabupaten Ciamis. Dinas mengarahkan para pelaku usaha mikro untuk meningkatkan nilai jual produk, dengan meningkatkan performa dalam kemasannya. Sehingga produk para pelaku mikro tersebut mendapat market yang lebih luas, bukan hanya di pasaran lokal melainkan bisa tembus ke pasaran nasional bahkan mancanegara.

Namun, berbagai kendala dan masalah pasti selalu ada. Tim Japos.co mencoba mengklarifikasi mengenai hal tersebut kepada Dinas KUKMP Kabupaten Ciamis.

Kepala Dinas KUKMP Kabupaten Ciamis, David Firda, SH, MM melalui sekretaris dinas, Dadan Wiadi, ST,MT,M.MG menjelaskan, bahwa saat ini para pelaku usaha mikro di Kabupaten Ciamis yang terdata di Dinas KUKMP tercatat ada sekitar 14.790 orang.

Dalam rangka mensukseskan misi Kabupaten Ciamis “Mantapnya Kemandirian Ekonomi dan Sejahtera Untuk Semua” dijabarkan melalui 6 visi.

“Dinas KUKMP mendapatkan tugas dalam menjabarkan atau melaksanakan visi ke 3, yaitu membangun perekonomian berbasis pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan potensi unggulan lokal. Kita mendorong para pelaku usaha mikro untuk meningkatkan legalitas produk dan usahanya, sehingga memiliki daya saing dan nilai jual. Dinas juga memfasilitasi dan mendorong serta mempromosikan produk-produk para usaha mikro secara virtual dibantu rekan-rekan media, “ jelas Dadan.

Diakuinya, saat ini Dinas KUKMP dalam rangka era digitalisasi memberikan sosialisasi dan pembinaan serta pelatihan seperti halnya meningkatkan packaging, sehingga produk menarik dalam rangka mengikuti selera pasar.

“Potensi di Kabupaten Ciamis kebanyakan bersifat sumber daya alam yang tidak terlepas dari panganan olahan dan kerajinan tangan. Dengan sosialisasi, pembinaan dan pelatihan serta permodalan diharapkan para pelaku usaha mikro dapat meningkatkan daya saing dan legalitas produk serta usahanya dalam mengikuti selera konsumen di pasaran dan tentunya bisa beradaptasi dalam kebiasaan new normal di masa pandemi saat ini, “ kata Dadan.

Pembinaan dan pelatihan serta bantuan permodalan dari Dinas KUKMP Kabupaten Ciamis, sangat dirasakan Engkus (52) salah seorang pengusaha galendo di wilayah Kelurahan Cigembor Kecamatan Ciamis.

Menurutnya, dengan pembinaan serta pelatihan yang bertempat di Aula Dekopinda dan Aula Desa Ciharalang beberapa waktu lalu, dapat memotivasi dirinya dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

“Selama 6 bulan lebih, saya tidak bisa beraktivitas diakibatkan wabah pandemi Covid-19 ini. Alhamdulillah setelah difasilitasi dengan cara dibina dan diberikan pelatihan serta bantuan permodalan, kini usaha galendo yang digeluti bisa bangkit kembali. Terima kasih kepada pemerintah melalui Dinas KUKMP Kabupaten Ciamis, sudah membina serta memfasilitasi bagaimana cara pengemasan yang benar dan higienis sehingga produk saya bisa diterima di pasaran, “ ujar Engkus.

Diakuinya, saat ini produksi minyak dari galendo setelah dibantu pemasarannya oleh pihak dinas sudah bisa menembus pasaran di wilayah priangan timur. Sementara produksi galendonya dimasa pandemi saat ini dijual di rumahnya yang terletak di Kelurahan Cigembor dengan cara dipajang ditempat dan penjualan via online.

“Dulu sebelum pandemi produksi galendo saya bisa menembus ke pasaran di wilayah Cirebon dan Jakarta dengan menyerap 8 orang tenaga kerja, sekarang diolah sendiri paling sekali-sekali dibantu oleh tetangga, “ kata Engkus.

Hal senada diutarakan pengusaha sale Sukasenang, H. Salwa (60) yang terletak di jalan raya Ciamis-Banjar Kecamatan Cijeungjing.

“Berkat pembinaan serta bantuan permodalan dari Dinas KUKMP, sale Sukasenang pernah dikunjungi Presiden RI, Soesilo Bambang Yudoyono (SBY) sehingga sale nya dikenal dengan sale SBY, bahkan sewaktu hajatan, pihak istana pernah memborong salenya, “ kenang H. Salwa.

Sebelum pandemi Covid-19, kata H. Salwa, sale Sukasenang tembus pasaran sampai luar pulau Jawa, seperti halnya Sumatra dan Bali, bahan bakunya bisa menghabiskan berton-ton pisang.

“Setelah adanya wabah pandemi Covid-19 ini, omset penjualan menurun drastis. Saat ini hanya bisa melayani pasaran di priangan timur saja. Kasihan kepada para karyawan yang harus diistirahatkan akibat produksi menurun,” katanya.

Pengrajin bambu dan batok kelapa di Sindangsari Kecamatan Cikoneng, Agus (40) merasakan pula hasil pembinaan dari Dinas KUKMP Kabupaten Ciamis.

“Alhamdulillah lewat bantuan permodalan dan pembinaan serta dibantu dalam segi pemasaran, usaha yang saya geluti dalam kerajinan bambu dan batok masih bisa bertahan di masa pandemi saat ini, terima kasih kepada pemerintah yang sudah mensuport saya dan kalau bisa dibantu untuk bantuan peralatan produksinya, “ tandasnya. (Mamay)

 40 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *