SPBU Dengan Nomor Pertamina:13-275-505 Sikabau Diduga Telah Melanggar Undang-Undang Migas

DHARMASRAYA, JAPOS.CO – Penertiban pembelian minyak di SPBU kurang terkordinir dari berbagai pihak. Hampir seluruh SPBU yang ada diwilayah hukum Kabupaten Dharmasraya tingkat penertiban nihil,sementara pihak SPBU terkesan semena-mena menjual minyak dipompa umum ini, tidak diteliti untuk apa dan gunanya bagaimana dan dibawa kemana. Hal tersebut diungkapkan Ketua umum LSM ACIA Provinsi Sumatra barat Darwin,SH.

Dari pantauan dilapangan SPBU Sikabau hingga hari ini Kamis (14/01/21) nampak sebuah mobil Pick up L.300 sedang muat galon yang tidak diketahui diperuntukan untuk apa, pembeli keburu-buru memuat galonnya. Hal itu trlihat di SPBU-13-275-505 Jalan lintas Sumatera Sikabau Kecamatan Pulau Punjung Dharmasraya Sumatra barat.

Perlu diketahui Pertamina melarang konsumen membeli Bahan Bakar Minyak(BBM) di SPBU dengan maksud dijual kembali dan larangan tersebut tertuang dalam undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang minyak dan gas.
Jokalaupun ada yang mengisi galaon untuk jarak jauh haruslah ada izin rekomendasi dari pemerintahan yang terbawah(Nagari/Desa)untuk peruntukan pertanian atau karena jarak jangkauan tertentu.

Mennaggapi hal tersebut, Ketua LSM ACIA mengungkapkan di daerah SPBU ini juga sering terjadi antrian mengisi minyak motor dan mobil dikarenakan sebahagian pompa dikondisikan pada pengisian galon,dan bahkan ada juga didugah melenceng dari koata minyak dalam peruntukan hingga ke provinsi tetangga pungkasnya.

“Tidak ada alasan minyak subsidi dan non subsidi bila pengisian galon bisa bebas, SPBU nakal tentu memprioritaskan galon dari pengendara motor dan mobil karena setiap galonnya dipungut biaya tambahan per galon,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, Managerial SPBU Sukardi alias Adi belum merespon.(ermanchaniago)

 3,303 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *