Dugaan Penyimpangan di Desa Kemiri Sidoarjo Dipolisikan

SIDOARJO, JAPOS.CO – LSM Wadah Asiprasi Rakyat (WAR) melaporkan dugaan penyimpangan yang terjadi di Desa Kemiri Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo melalui surat pengaduan dan laporan Nomor 12-35 /B-LPP -WAR/HJP/XII.2020 tertanggal 10 Desember 2020. Hal tersebut disampikan Sekretaris LSM WAR Zainal kepada Japos.co, Kamis (14/1).

Menurut Zainasl, dalam surat tersebut LSM WAR menguraikan adanya dugaan penyimpangan yang dilalukan jajaran Pemerintahan Desa Kemiri pada Tahun Anggaran 2017,  dalam pengajuan proposal dana sebesar Rp 200.000.000;00 akan dibangunkan saluran air atau drainase di dekat Masjid Desa Kemiri namun tanpa alasan yang jelas dana dari Biro AP provinsi Jawa Timur tersebut dibangunkan gedung yang sekarang tidak memberi manfaat apapun bagi warga Desa Kemiri.

Selain itu, kata Zainal laporan LSM WAR juga merinci adanya dugaan kerugian negara sebesar Rp 200.000.000;00 dan menyebutkan unsur melawan hukum yakni Pengalihan Anggaran dari Saluran Air menjadi Gedung, prasasti dan papan informasi ditiadakan, dugaan pengurangan kualitas dan kuantitas, pemakaian bahan baku diluar ketentuan SNI serta diduga tumpang tindih dengan Dana Desa.

“Adapun pihak-pihak  yang dilaporkan adalah Kepala Desa Kemiri Selaku PA (pengguna Anggaran), TPKD Desa Kemiri, TPK Desa Kemiri, Ketua BPD Desa Kemiri, Sekretaris Desa Kemiri para pejabat tersebut diduga sengaja dan atau lalai menjalankan tupoksinya yakni mengendalikan jalanya kegiatan baik secara kualiatas maupun kuantitas mengingat dana tersebut adalah dari sumber dana Bantuan Keuangan Desa (BKD) dari biro administrasi pembangunan Provinsi Jawa Timur.

Sementara hingga berita ini diturunkan, Novi Kades Kemiri saat dihubungi melalu pesan Whatssap Kamis (14/1) tidak bersedia memberikan tanggapan apapun terkait dilaporkanya Desa Kemiri ke Polresta Sidoarjo. (Zein)

 

 

 664 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *