Akibat Diterjang Angin Kencang, Objek Wisata Ketapang Luluh Lantak

KETAPANG, JAPOS.CO – Objek wisata Pantai Pecal Kecamatan Benua Kayong Ketapang Kalimantan Barat luluh lantak akibat diterjang anging kencang, Rabu (13/1) pagi hari sekitar pukul 08.00 wiba.

Ratusan dangau milik warga dan dua steher milik Pemerintah Daerah rata dengan tanah. Salah satu steher yang baru dibangun tahun 2020 silam menggunakan APBD Ketapang dengan dana ratusan juta rupiah, juga ambruk dengan menyisakan puing-puing tiang.

Mat Hari (55th) warga setempat menceritakan, terjadinya angin kencang secara tiba-tiba sekitar pukul 08.00 wiba. Angin kencang berlangsung sekitar satu jam lamanya. Angin kencang itu diiringi juga hujan dan air pasang laut serta ombak tinggi.

Akibanya, lumpur-lumpur naik mengikuti deraian ombak dan memenuhi jalan aspal dan memasuki kios dan rumah. Tak banyak yang dapat diperbuat, Mat Hari dan warga hanya bisa meratap menyaksikan dangaunya ambruk di hajar ombak dan angin kencang tersebut.

“Syukurlah, tidak ada korban nyawa. Kami selaku warga hanya dapat menyaksikan ganasnya angin dan mencari tempat perlindungan. Angin kali ini betul-betul kencang dan tidak seperti angin biasanya” tutur lelaki separuh baya ini tampak sedih, Rabu (13/1).

Melalui media ini Mat Hari berharap agar Pemda Ketapang dapat memberikan bantuan kepada warga yang tertimpa bencana. “Sebagai masyarakat kecil perhatian dan uluran tangan atau bantuan dari pemerintah sangat diharapkan, sehingga kami dapat membangun usaha kembali,” ujarnya.

BPBD Ketapang Lakukan Pembersihan

Angin kecang dan air pasang laut yang menerjang objek wisata Pantai Pecal Ketapang, telah berdampak ratusan dangau ambruk dan lumpur naik kejalan dan rumah warga.

Atas kejadian tersebut, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang turun ke lokasi guna memberikan bantuan kepada warga. Dua mesin penyemprot air berkekuatan tinggi, satu unit tangki air dan puluhan personil diturunkan di sana.

“Setelah mendapat laporan dari masayarakat, kami langsung terjun ke lokasi bencana. BPBD memberikan bantuan kepada warga, membersihkan lumpur-lumpur yang masuk ke rumah warga serta lumpur di jalan. Diperkirakan pembersikah lokasi objek wisata ini selesai sore ini,” kata Kepala BPBD Ketapang Yunifar Purwantoro.

Mengingat cuaca ekstrim masih berpeluang terjadi, Yunifar berpesan agar masyarakat sekitar objek wisata terutama mereka yang berprofesi sebagai nelayan, dapat berhati-hati dan lebih waspada.

“Alangkah baiknya, sebelum melaut, nelayan dapat mencari informasi tentang cuaca melalui BMKG terdekat. Jika memungkinkan barulah pergi, jika tidak saya berharap nelayan untuk menahan diri !” ujarnya.(Tris/Har)

 2,372 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *