Ratusan Ton Zirkon Siap Dikirim Dari Belitung, Kini Dalam Pengawasan Sat Pol PP Babel

BELITUNG, JAPOS.CO – Ramainya pemberitaan terkait dengan ratusan ton Zirkon diduga ilegal yang akan dikirim ke luar Belitung menarik perhatian Sat Pol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Dengan menggandeng Kepolisian Polres Belitung, Kasatpol PP Babel, Yamoa bersama anggotanya mendatangi lokasi gudang penampungan ratusan ton Zirkon di Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. Selasa (15/12).

Kedatangan Pol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini dalam rangka menindaklanjuti pemberitaan di berbagai media Online mengenai dugaan ratusan ton zirkon yang diduga ilegal siap dikirim dari Belitung.

Pantauan awak media di lokasi penampungan zirkon, rombongan Pol PP Babel disambut baik oleh para pekerja maupun pihak- pihak yang bertanggung jawab atas kepemilikan zirkon tersebut.

”Memang kita cek sesuai apa yang kita baca di media, ada beberapa media kemarin. Memang ditemukan diperkirakan ada ratusan ton, jadi sementara zirkon- zirkon ini dalam pengawasan Sat Pol PP provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ujar Kasat Pol PP Babel, Yamoa’a Harefa.

Yamoa menegaskan akan mengecek langsung seluruh dokumen mengenai perizinan tempat gudang penampungan sementara zirkon tersebut.

“Jadi kita cek nanti, dokumennya ada kita mau cek langsung malam ini untuk kita cek ke provinsi nanti sampai sejauh mana legal standing yang ada. Jadi sementara dari kita barang- barang ini tidak boleh keluar, dalam pengawasan sampai kita cek perizinannya sejauh mana,” tandasnya.

Saat disinggung awak media mengenai perizinan jika belum memenuhi syarat atau belum lengkap, Yamoa mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak- pihak yang terkait.

”Kita lakukan langkah berikutnya koordinasi dengan dinas terkait termasuk misalnya untuk pajaknya,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Yamoa, terkait indikasi ada dugaan memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang berasal dari Tiongkok, ia mengatakan seharusnya TKA tersebut harus melapor dulu.

“Keberadaan TKA tersebut seharusnya harus melapor ke Desa, kepolisian setempat, kemudian imigrasinya?, kemudian lihat pasportnya berapa lama?, tujuannya untuk apa?. Apalagi sekarang ini musim corona, kita harus tetap menjaga Protokol Kesehatan (Prokes) selama pandemi Covid. Jadi hal seperti ini harus kita jaga sedini mungkin. Ini nanti kami akan berkoordinasi dengan Disnaker,” pungkasnya.

Sementara itu HN yang disebut- sebut sebagai pemilik ratusan ton zirkon tersebut, saat dihubungi lewat telepon seluler Selasa (15/12) malam mengatakan, semua perizinannya lengkap.

” Izinnya lengkap kok, izin kita lengkap semua,” kata HN.

Ia menjelaskan rencananya dalam bulan- bulan ini zirkon tersebut belum bisa dikirim karena harus menyelesaikan pajaknya terlebih dahulu.

“Belum, nanti kita rapikan dulu mau bayar pajaknya dulu segala macam. Kan kita mesti harus urus pajaknya dulu. Kalau pajaknya belum keluar gak berani kita. Kita kan harus ada permohonan dulu, ngitung dulu berapa jumlahnya, nanti ada Supplier, periksa lagi baru kita muat,” ungkapnya.(Oby).

 273 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *