Rapat Pleno KPU Tertutup Untuk Wartawan

MUKOMUKO, JAPOS.CO

Miris, rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil
penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu, serta Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko, yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko,  Selasa (15/12), tertutup untuk wartawan.

Hal ini diketahui, setelah sejumlah wartawan dari koran Harian, Online dan Elektronik yang bertugas di daerah ini akan meliput kegiatan Rapat Pleno di salah satu aula hotel di
Mukomuko. Saat mereka akan masuk ke ruang rapat, dihadang oleh petugas jaga dan mengatakan wartawan dilarang masuk untuk melakukan peliputan.

Kejadian itu, membuat kecewa wartawan yang ada di Kabupaten Mukomuko. Sebab, kegiatan tersebut bagian dari momen berharga bagi media setelah sederetan tahapan pilkada dilaksanakan. “Saat saya akan masuk, dihadang petugas. Petugas itu bertanya kepada saya, anda dari mana.
Lalu saya jawab, saya wartawan. Saat ditanya mana Id Card nya, saya bilang ada Id Card wartawan,” kata Wartawan Radar Mukomuko, Amris Tanjung, yang diamini Jemi dan Ringgo.
Dijelaskannya, jika KPU menganggap media itu mitra, seharusnya dari awal KPU sudah menyiapkan Id Card khusus bagi awak media untuk meliput kegiatan pleno.

Buktinya, hingga hari pelaksanaan pleno, KPU tidak mengeluarkan Id Card bagi media. “Tidak ada Id Card hingga hari pelaksanaan. Jadi wajar saja, kalau saya dan kawan-kawan datang ke lokasi rapat tidak menggunakan Id Card yang dikeluarkan oleh KPU,” bebernya.

Ketua PWI Kabupaten Mukomuko Budi Hartono SP sangat menyesalkan jika Rapat Pleno KPU tertutup untuk wartawan. Untuk memastikan hal itu, ia bersama sejumlah wartawan dari Koran Cetak, Online dan Elektronik mendatangi lokasi rapat pleno.

Awalnya, kata Budi, pihaknya mendatangi petugas di depan pintu masuk untuk mengisi buku tamu. Setelah itu, ia diperiksa petugas jaga untuk memastikan tidak ada barang berbahaya yang dibawa saat akan masuk.

Setelah lolos pemeriksaan, pihaknya langsung menuju pintu masuk ruang rapat pleno. “Nah, sampai pintu masuk, kami dihadang petugas dari kopolisian. Petugas itu menyampaikan
bahwa tanpa Id Card dari KPU, tidak boleh melakukan peliputan. Dan saya sempat bertanya kepada petugas dari kepolisian itu soal tidak bolehnya wartawan meliput pleno hingga selesai dan apa aturanya. Oknum petugas itu menjawab, kalau komplain, silahkan tanya KPU. Saya hanya
menjalankan tugas. Itu kata Oknum Polisi kepada saya. Meski begitu, saya diizinkan masuk hanya mengambil dokumen gambar saja. Setelah itu, saya dipersilahkan untuk keluar dari ruangan rapat,” sebut Budi kesal.

Melihat hal itu, Budi langsung menyampaikan pesan melalui WA kepada Ketua KPU Kabupaten Mukomuko, Irsyad. Tidak berselang lama, Irsyad langsung menelepon dan mengatakan, tidak ada melarang wartawan untuk
masuk melakukan peliputan rapat pleno. Tetapi harus menggunakan Id Card yang disiapkan KPU. “Boleh masuk, ini saya perintahkan staf mencetak Id Card untuk kawan-kawan wartawan. Itu percakapan Irsyad melalui sambungan telepon,” jelas Budi.

Id Card KPU diserahkan pukul 11.15 Wib siang
setelah terjadi konplain, staf dari KPU Mukomuko menyerahkan belasan Id Card untuk wartawan yang akan melakukan peliputan rapat pleno terbuka.

Sayangnya, Id Card itu dicetak secara dadakan dan baru diserahkan kepada wartawan setelah pukul 11.15 Wib siang. “Rapat pleno dimulai pukul 09.00 Wib pagi. Kami baru diberikan Id Card pukul 11.15 Wib siang. Sama saja bohong,” katanya jengkel.

Meski begitu, Id Card tetap diterima dan sejumlah wartawan nekat datang ke lolasi rapat pleno yang diselenggarakan KPU mulai Selasa-Rabu (16/12). “Kami tetap datang, sayangnya sampai di lokasi pleno sudah istirahat. Ya harapan kami, kejadian tersebut tidak seharusnya terjadi dan menimpa rekan-rekan wartawan di luar Kabupaten Mukomuko,”
Budi menandaskan.(JPR)

 212 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *