Politik Uang Diduga Terstruktur, Sistematis dan Masif di Pilkada Samosir

SAMOSIR, JAPOS.CO

DPP PDI-Perjuangan menurunkan tim untuk melakukan kajian terhadap dugaan politik uang (money politic) yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon (paslon) peserta pilkada Kabupaten Samosir.

Sebagaimana Ketua DPD PDI-P Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saiful Hidayat pernah menyebutkan bahwa politik uang dilakukan oleh salah satu paslon secara terstruktur, sistematis, dan masif di Kabupaten Samosir.

Demikian disampaikan salah satu anggota tim yang turun, Sarma Hutajulu saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin, (14/12/2020).

Sejauh ini, kata Sarma, Tim masih berada di lapangan untuk melakukan investigasi dan pengumpulan data.

“Dan untuk tindak-lanjut di tahap awal, sudah dibuat laporan pengaduan ke Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Samosir pada Sabtu, (12/12/2020).” jelasnya.

Laporan resmi disampaikan oleh Ketua Tim Sukses Rap Ber Juang dan diterima Staf Bawaslu yang disaksikan Ketua Bawaslu Samosir Anggiat Sinaga dan Komisioner Robintang Naibaho.
“Pengadunya langsung Ketua Tim Sukses Rap Berjuang Anser Naibaho,” katanya. “Jadi, kami sudah laporkan secara resmi. Namun sampai hari ini tim masih berproses di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti,” sambungnya.

Investigasi Japos.Co di lapangan diperoleh informasi dari para tim sukses ataupun dari simpatisan ketiga paslon yang tidak mau disebut namanya mengatakan, kebenaran dugaan politik uang jelas-jelas dilakukan demi meraup suara terbanyak.

“Apalagi jelang 3 hari sebelum hari H diperhitungkan uang yang dibagikan salah satu paslon kepada para pemilih berkisar Rp 40 miliar lebih,” beber sumber.(Jbr)

 566 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *