Pemasangan Gorong-Gorong Tengah Malam di Lokasi Kolam Banjir Dipertanyakan Warga

KAMPAR, JAPOS.CO

Beredarnya pemberitaan terkait petani ternak ikan mengalami banjir hingga merugi ratusan juta rupiah, yang diduga akibat aktivitas perawatan jalan lintas Tandun Tapung, proyek PUPR Provinsi Riau, hingga kini masih menuai polemik dari elemen masyarakat.

Warga sekitar, melihat sejumlah oknum tak dikenal, melakukan pemasangan gorong-gorong dengan menggunakan alat berat (excavator) di lokasi kolam warga yang terdampak banjir, nampak berlangsung tengah malam.

Hal itu disampaikan warga berinisial Wu kepada awak media, Selasa (15/12/20).

Warga menyebut, telah dilakukan pemasangan gorong-gorong di tengah malam sekira pukul 00.00 Wib malam. Pemasangan menggunakan alat berat eksavator.

Menurut warga, mereka tidak mengetahui perusahaan kontraktor yang mengerjakan pemasangan gorong-gorong tersebut.

“Malam kemarin sekitar pukul 12.00 ada pekerjaan pemasangan gorong-gorong di lokasi kolam banjir. Kami tidak tau dari mana perusahaan pemasang gorong-gorong itu, kami lihat alat berat excavator yang menggali jalan aspal dan menanam gorong-gorong bentuk pipa besi menggunakan tanah di lokasi jalan,” papar warga.

Warga menambahkan, usai pemasangan pipa besi gorong-gorong, banjir tidak kunjung reda dan tidak menuai hasil sebagaimana fisik awal kolam ikan milik warga.

Di lokasi warga menambahkan, timbunan pemasangan gorong-gorong tampak bergelombang hingga kendaraan roda empat yang lalu lalang melintas mengalami kesulitan bahkan sejumlah armada putar arah tidak dapat melintas akibat gelombang jalan cukup dalam.

Warga juga menyampaikan kekesalannya dimana pihak perusahaan kontraktor PT Vira Jaya diduga tidak memenuhi janji terhadap masyarakat untuk melakukan penyedotan air akibat banjir di kolam milik warga.

Warga pun mempertanyakan siapa pemilik perusahaan pelaksana proyek itu. Bahkan warga mengaku tidak tahu nama proyek yang dikerjakan dan dananya bersumber dari mana.

Menanggapi hal itu, Ketua LSM Tamperak kab Kampar Anar Nainggolan meminta Pemprov Riau agar segera meninjau ulang proyek tersebut.  Ia juga berharap kepada Pemkab Kampar selaku pemilik daerah domisili, untuk meninjau proyek itu. “Tidak hanya itu, kita minta Pemprov Riau dan Pemkab Kampar selaku pemilik daerah domisili yang terkena dampak banjir agar turun ke lapangan menemui masyarakat dan langsung menampung aspirasi rakyatnya,” Kata Anar saat dikonfirmasi, (15/12).(Dh)

 594 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *