Di Masa Terakhir Kampanye, Dini Hari Nur Arifin Temui Pokdarwis Watulimo

TRENGGALEK, JAPOS.CO – Pastikan serap aspirasi seluruh lapisan dan elemen masyarakat, calon bupati (cabup) Mochamad Nur Arifin dimasa terakhir kampanye temui kelompok sadar wisata (pokdarwis) Kecamatan Watulimo.

Dini hari, Sabtu (5/12/2020) Nur Arifin mengajak diskusi puluhan anggota Pokdarwis se-Watulimo di Depot Della Sea Food, Lingkungan Wisata Pasir Putih, Desa Tasik Madu.

Didepan warga, cabup dari pasangan calon (paslon) nomor urut 2 itu menyebut jika kedatangannya hari ini memang benar-benar ingin menampung aspirasi masyarakat terkait kepariwisataan.

“Kurang tepat kalau kedatangan saya ini dikatakan untuk berkampanye, karena dulu kan sudah jelas terpilih. Jadi, saya kesini itu lebih kepada silaturahmi dan mendengarkan permasalahan-permasalahan saudara semua,” kata Mas Ipin panggilan akrab Nur Arifin.

Menurutnya, kalau tidak saat-saat seperti ini agak sulit juga untuk bertemu langsung masyarakat dengan waktu yang lumayan panjang. Karena saat menjabat  sebagai bupati, tidak mungkin bisa bebas seperti saat ini. “Soalnya, jadwal bertemu warga lebih terbatas sebab ada protokoler melekat,” imbuhnya.

Jadi, kesempatan yang ada dipergunakan olehnya (Nur Arifin) keliling di seluruh pelosok wilayah demi menyerap sekaligus menginventarisir aspirasi masyarakat. Keluhan dan ‘uneg-uneg’ apapun dicatat, dikompulir serta di klasifikasi guna dicarikan solusi terbaik.

“Menjadi bupati itu sulit, namun yang lebih sulit adalah membangun wilayah dibawah otoritasnya. Baik itu sumber daya manusia ataupun sumber daya pendukungnya. Sehingga perlu adanya forum-forum diskusi bersama agar sumbatan-sumbatan komunikasi segera diselesaikan,” ujar Nur Arifin.

Seperti kali ini, ada keluhan dari Pokdarwis se-Watulimo mengenai beberapa hal. Salah satunya, kelangkaan air bersih di seputaran lokasi wisata Pasir Putih dan Pantai Prigi. Kebutuhan air sangat banyak, tapi suplay air dari PDAM terbatas apalagi di hari minggu atau hari libur.

“Setau saya, disini ada sumber mata air di daerah Bengkorok. Kan bisa dimaksimalkan. Pemkab akan memfasilitasi itu,” timpal dia.

Kemudian, lanjut dia, yang terkait dengan mulai menjamurnya perahu wisata disekitar destinasi pantai. Agar tidak terjadi perebutan penumpang dan meminimalisir timbulnya konflik, sebisa mungkin dibentuk paguyuban seperti halnya komunitas ‘dokar’ di Jogyakarta.

“Akan tetapi formulasinya disesuaikan kondisi di sini. Dengan begitu, tidak ada lagi yang merasa dirugikan atau paling diuntungkan,” tandas ayah dari 3 putra ini.

Masih kata Nur Arifin, kedepan pengembangan kawasan Trenggalek paling rasional itu di sisi timur yang ‘nota bene’ adalah Kecamatan Watulimo. Oleh karenanya, seluruh potensi akan dimaksimalkan termasuk wisata, UMKM maupun lainnya.

Yang jelas, saat ada masalah secepatnya akan dicarikan solusi namun ketika harus bersentuhan dengan anggaran tetap disesuaikan skala prioritas. Baik itu jangka pendek, menengah ataupun panjang.

“Beberapa permasalahan didorong memberikan fasilitasi. Dan yang tak kalah penting, mari bersama-sama menanggulangi pandemi dengan selalu menerapkan protokol kesehatan agar penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan seperti sebelum saya cuti kemarin,” pungkas suami Novita Hardiny itu. (HWi)

 

 121 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *