Buat Surat Jalan Palsu, Djoko Tjandra Dituntut 2 Tahun Penjara

JAKARTA, JAPOS.CO – Sidang dengan terdakwa Djoko Tjandra atas perkara surat jalan palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan agenda pembacaan tuntutan, Jumat (4/12).

Dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan dihadapan majelis hakim menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara. Jaksa meyakini, Djoko terbukti bersalah telah menyuruh membuat surat jalan, surat keterangan pemeriksaan Covid-19 dan surat rekomendasi kesehatan untuk dapat masuk ke Indonesia

“Menyatakan terdakwa Djoko Tjandra alias Joko Soegiarto Tjandra alias Joe Chan telah terbukti melakukan tindak pidana menyuruh pemalsuan surat secara berlanjut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam 263 ayat 1 kuhp jo pasal 56 ayat 1 ke 1 jo 64 ayat 1 KUHP,” kata Jaksa Yeni Trimulyani saat membacakan surat tuntutan.

Menurut Jaksa, pertimbangan dalam menuntut Djoko Tjandra untuk hal yang memberatkan, Jaksa menilai Djoko Tjandra telah memberikan keterangan yang berbelit dan tidak berterus terang sehingga mempersulit jalannya persidangan.

“Hal yang meringankan bahwa terdakwa telah berusia lanjut,” kata Jaksa.

Selain itu, Djoko Tjandra diminta membayar denda biaya perkara pengadilan. Biaya tersebut sebesar Rp5ribu. “Menghukum terdakwa untuk membayar perkara sebesar sebesar Rp5ribu,” ucapnya

Atas amar tuntutan tersebut, Djoko Tjandra akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi. Pembacaan Pledoi direncakan akan berlangsung pada pekan depan, Jumat 11 Desember 2020. “Iya saya akan mengajukan (pledoi)” kata Djoko di ruang sidang

Sebagai informasi dalam perkara ini, Djoko Tjandra didakwa bersama-sama dengan mantan Kabiro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo Utomo dan advokat Anita Dewi Anggraeni Kolopaking.

Dalam sidang sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum menyebutkan perkara ini bermula saat Djoko Tjandra yang saat itu buron berkenalan dengan Anita Kolopaking di kantornya di The Exchange lantai 106, Kuala Lumpur, Malaysia pada November 2019. Djoko Tjandra kemudian menggunakan jasa Anita Kolopaking sebagai kuasa hukumnya untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan PK Mahkamah Agung dengan Nomor 12PK/Pid.Sus/2009 tanggal 11 Juni 2009 yang telah membuatnya dipidana 2 tahun penjara dan denda Rp15 juta subsider 3 bulan.

Kemudian, kata Jaksa pada April 2020, Anita mendaftarkan PK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, PK itu ditolak lantaran Djoko Tjandra selaku pihak pemohon tidak hadir.

“Untuk itu, Djoko yang masih berstatus buron meminta Anita Kolopaking untuk mengatur kedatangannya ke Jakarta dengan mengenalkan sosok Tommy Sumadi. Tommy pun mengenalkan Anita Kolopaking dengan sosok Brigjen Prasetijo Utomo yang saat itu menjabat sebagai Kabiro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri,” ungkapnya.

Masih kata Jaksa, Anita membicarakan keinginan Djoko Tjandra untuk datang ke Jakarta dengan Prasetijo. Prasetijo pun mengurus keperluan kedatangan Djoko Tjandra dengan membuat surat jalan, surat keterangan kesehatan, dan surat-surat lain terkait dengan pemeriksaan virus Covid-19.

Djoko Tjandra direncanakan masuk ke Indonesia melalui Bandara Supadio di Pontianak. Dari Pontianak Djoko Tjandra menuju Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta menggunakan pesawat sewaan.

“Bahwa penggunaan surat jalan, surat keterangan pemeriksaan Covid-19, dan surat rekomendasi kesehatan yang tidak benar tersebut merugikan Polri secara immateriil karena hal itu mencederai dan/atau mencoreng nama baik Kepolisian Republik Indonesia secara umum dan Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri serta Pusdokkes Polri pada khususnya, mengingat terdakwa Joko Soegiarto Tjandra adalah terpidana perkara korupsi dan menjadi buronan Kejaksaan Agung sejak tahun 2009, yang mana seolah-olah Polri khususnya Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri telah memfasilitasi perjalanan seperti layaknya perjalanan dinas yang dilakukan oleh orang bukan anggota Polri,” papar Jaksa dalam surat dakwaan seperti dilansir beritasatu.com.(Red)

 

 

 80 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *