Pdt DR Eben Siagian Ikut Menghadiri Pergantian Sinode GTDI menjadi GLKRI

PEKANBARU, JAPOS.CO – Gereja Tuhan Di Indonesia (GTDI) yang terletak di jalan Sehat RT 07, RW 04, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau merupakan Gereja yang sudah ada sejak tahun 2011, Gereja tersebut merupakan Gereja Cabang dari GTDI Sorak Haleluya Bagan Batu dan ditempatkan seorang Koordinator yang bernama EV Erick Pau.

Pada bulan Februari 2014 Erick Pau mengundurkan diri dan digantikan oleh Iwan Sarjono berdasarkan SK Nomor 13.18/SK/PN-GTDI/I/XI/2016. Pdm Iwan Sarjono SH diangkat sebagai Gembala Jemaat GTDI Sorak Haleluya Bukit Kesuma Kerinci.

Berdasarkan surat tertanggal 12 Juni 2020 yang ditandatangani oleh Bishop Dr. Fasa’aro Zendrato, M.PdK memutuskan untuk mencabut SK Nomor 13.18/SK/PN-GTDI/I/XI/2016 dan penggembalaan GTDI Sorak Haleluya Bukit Kesuma , Pangkalan Kuras, kabupaten Pelalawan tetap kepada penggembalaan induk Pdt. Parningotan Siregar, SE.

Adapun alasan pencabutan Sk tersebut karena Pengangkatan dan perilaku  Iwan Sarjono tidak sesuai dengan ketentuan anggaran dasar rumah tangga GTDI.

Akibat pencabutan Surat keputusan tersebut Iwan Sarjono keberatan serta ingin menguasai aset Gereja cabang GTDI Sorak Haleluya dengan mengganti nama Gereja dan meminta Dukungan dari Sekjen Gereja Tuhan Di Indonesia Pdt. DR. Eben Siagian.

Pada tanggal 15 November 2020 Pdt. DR. Eben Siagian selaku Sekretaris Jenderal Gereja Tuhan Di Indonesia menghadiri penggantian nama Gereja Tuhan Di Indonesia (GTDI) menjadi Gereja Laskar Kristus Indonesia (GLKRI) yang terletak di jalan Sehat RT 07, RW 04, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.

Pengacara Peri Marolo Gultom, SH selaku kuasa hukum dari Pdt. Parningotan Siregar mengungkapkan Pimpinan Nasional GTDI telah melayangkan undangan resmi sebanyak dua kali kepada Pdt. DR. Eben Siagian untuk memberikan klarifikasi terhadap penggantian nama gereja tersebut, akan tetapi Pdt. DR. Eben Siagian tidak  tidak memenuhi undangan tersebut dan hal itu dianggap tidak menghormati Pimpinan Nasional GTDI.

“Pdt. DR. Eben Siagian merupakan seorang yang berlatar belakang pendidikan Strata 3, tanpa menyadari telah menghianati organisasinya sendiri. Hingga hari ini kita tidak mengerti apa maksud dan tujuan Sekretaris Jenderal Gereja Tuhan Di Indonesia menggantikan nama GTDI menjadi  GLKRI,”  singgung Peri.

“Sehubungan dengan perbuatan memalukan yang dilakukan oleh Pdt. DR. Eben Siagian selaku Sekjen GTDIseharusnya diambil tindakan tegas oleh Pengurus Nasional GTDI karena perbuatan tersebut dapat memecah belah Organisasi GTDI atau masalah ini dapat merusak citra nama baik Sinode Gereja. Apabila tidak dilakukan tindakan tegas terhadap pelanggaran Pdt. DR. Eben Siagian yang menyalahi aturan tata tertib rumah tangga GTDI,” tambahnya lagi.

Sementara itu Ketua Sinode GLKRI, Pdt. Dikson Panjaitan telah membenarkan perihal itu saat dikonfirmasi oleh wartawan Japos.Co.

“Setahu saya ada seorang Pdt yang bernama Pdt Iwan Sarjono Siahaan datang bermohon ke sinode GLKRI untuk bergabung dengan sinode ini. Lalu kami terima setelah Pdt Iwan mengirimkan surat permohonan untuk bergabung ke GLKRI dan menyertakan copy surat pengunduran dirinya dari salah satu sinode yang sebelumnya. Pdt Dr Eben Siagian saya undang untuk hadir sebagai Bapa Uda saya dan beliau penasehat spiritual saya sudah 14 tahun” ujarnya.

Saat disinggung mengenai aset gereja, Pdt Dikson mengatakan tidak pernah mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan aset atau harta maupun inventaris gereja yang bergabung di Sinodenya karena bentuk pemerintahan yang dianut GLKRI adalah otonom artinya masing-masing gereja mengatur rumah tangga sendiri dan menurutnya semua persyaratan yang diminta sudah terpenuhi.

Pada kesempatan yang sama, Bishop Dr. Fasa’aro Zendrato, M.PdK , Pdt. DR. Eben Siagian dan Pdm. Iwan Sarjono, sampai saat ini belum bersedia memberikan penjelasan apapun terkait hal ini saat awak media meminta konfirmasi melalui pesan WhatsApp.(AH)

 301 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *