Antisipasi Klaster Pilkada Plt Bupati Arini Harimurti Cek Kesiapan APD 

KAJEN, JAPOS CO – Jelang pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pekalongan tahun 2020 yang akan jatuh pada 9 Desember 2020 nanti, Plt Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti beserta jajarannya meninjau langsung alat kesehatan, alat pelindung diri (APD) yang akan digunakan saat proses pilkada berlangsung.Di gudang New Coral Karanganyar, Selasa (01/12/2020).

Pada kesempatan tersebut diterima oleh ketua KPU Abi Rizal dan PLt Bupati didampingi PLh Sekda Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto serta instansi terkait.

Peninjauan ini dimaksudkan agar nantinya proses pelaksanaan pilkada di Kabupaten Pekalongan dapat berjalan lancar, dan yang terpenting tidak ada kluster pilkada. Selain itu, Arini juga telah mengecek stok Alat Pelindung Diri (APD) yang telah disiapkan Komisi Pemilihan Umum ( KPU).

“Kami ucapkan terima kasih kepada KPU yang sudah menyiapkan alat pelindung diri. Mudah-mudahan nanti pilkada dapat berjalan lancar, dan tidak ada kluster pilkada. Tadi kami sudah ngecek, APD dalam keadaan baik dan cukup jumlahnya, “ ungkap Arini

Sementara menurut anggota KPU Jawa Tengah Putnawati disela-sela simulasi pemungutan dan penghitungan suara dan penggunaan Sirekap Pilkada 2020 di halaman SMAN 1 Doro, di Desa Sawangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (21/11/2020).

“KPU menjamin lokasi tempat pemungutan suara (TPS) steril. Proses pemungutan suara pun dengan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga diharapkan tidak muncul klaster Pilkada,” ujar Putnawati.

Oleh karena itu, KPU mengimbau masyarakat untuk tidak takut menggunakan hak pilihnya pada tanggal 9 Desember 2020.

“Oh ternyata caranya harus memakai masker saat datang ke TPS, membawa alat tulis sendiri. Oh nanti di TPS dikasih sarung tangan untuk parkir kita,” terangnya.

“Sebelumnya harus cuci tangan dulu, dicek suhunya, memakai sarung tangan, baru mencoblos. Setelah menggunakan hak pilihnya di TPS baru melepaskan sarung tangan, dan melakukan tetes tinta. Jika dulu celup sekarang tetes tinta. Setelah keluar dari TPS juga cuci tangan. TPS ini sudah steril. Yang dikhawatirkan masyarakat nanti ada klaster Pilkada tidak akan terjadi,” tandasnya.

Ia juga menambahkan pelaksanaan pemungutan suara juga sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19. Nanti di TPS secara berkala disemprotkan oleh petugas. “Artinya, sekali lagi klaster Pilkada yang dikhawatirkan banyak orang ini Insya Allah tidak akan terjadi karena kita sudah menggunakan protokol Covid yang sangat ketat, ” pungkasnya. (Sofi)

 

 

 

 

 100 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *