Acara Dibubar Panwascam, Ini Penjelasan Syahril

KETAPANG, JAPOS.CO – Syahril, simpatisan Paslon Pilkada Ketapang Eryanto dan Mateus Yudi terduga pelaku kampanye terselubung serta hendak bagikan uang sambil mengarahkan untuk memilih saat pertemuan di rumahnya desa Sukabangun kecamatan Delta Pawan menyangkal, kegiatan yang dibubarkan Panwascam itu bukanlah kampanye karena tidak dihadiri Paslon manapun.

“Kegiatan tanggal 1 Desember itu hanya pertemuan biasa dengan maksud menghimbau warga agar menggunakan hak pilihnya saat pilkada nanti. Dan kebetulan yang saya undang adalah komunitas sahabat Karyb, dan saya sebagai penasehat di Karyb,” kata Syahril, Rabu sore, (2/12/2020).

Syahril-pun tak menyangka jumlah peserta yang hadir saat pertemuan di rumahnya itu sedemikian banyak, kendati dikatakannya, tidak mengundang orang dalam jumlah banyak.

“Hanya orang-orang yang saya sangat kenal saja, tapi kenyataannya seperti itu,” imbuhnya.

Memang seusai acara itu, dia berniat memberikan uang transportasi sebesar Rp.50 ribu pada peserta, karena kebanyakan peserta yang datang bertempat tinggal jauh dari lokasi pertemuan.

Namun niat itu terhalang lantaran dibubarkan Panwascam hingga terjadilah perdebatan antara Syahril dengan Theo Bernadhi, Ketua Panwascam Delta Pawan.

“Saya hanya himbau untuk datang ke TPS saat Pilkada nanti,” ujar Syahril.

Syahril menambahkan, kehadiran Panwascam di acara pertemuan itu tanpa sepengetahuanya, bahkan, saat itu tidak menunjukkan identitas sebagai Panwascam.

“Saya tidak tahu siapa orang yang menyuruh bubar dirumah saya saat itu, karena tak menunjukkan identitas sebelumnya,” kata Syahril.

Sementara itu, Sukardi dari Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI) Ketapang saat dihubungi menyayangkan peristiwa itu terjadi. Seharusnya, tidak demikian jika para pihak mampu menahan diri dan berbicara dengan baik dan santun.

“Kan sudah ada protap penertiban atau pembubaran suatu kegiatan kampanye yang berpotensi melanggar aturan. Dalam Undang-undang 17 tahun 2017 tentang penyelenggara pemilu adalah acuan dasar,” kata Sukardi.

Atas peristiwa ini, mantan Ketua Panwaslu Ketapang tahun 2012-2016 berharap saling berbenah, baik Paslon, Tim Kampanye atau Simpatisan dan Penyelenggara Pemilu terutama soal etika dan tata cara pembubaran suatu kegiatan kampanye, apalagi saat ini wabah corona sehingga celah membuat gaduh bisa dimanfaatkan.

“Ini adalah proses pembelajaran, untuk tidak terulang kembali. Bagaimanapun, Penyelenggara pemilu sudah pasti menyampaikan aturan dan himbauan terkait kampanye saat covid ini,” pungkas Sukardi.(tris/dins). 

 

 1,841 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *