Sumatera Utara Sebagai Urutan Pertama Penyalagunaan Narkoba

SAMOSIR, JAPOS.CO – Kepala BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Sumatera Utara Brigjen Pol Drs Atrial, SH menyatakan bahwa narkoba merupakan ancaman dalam kehidupan berbangsa saat ini. Tahun 2019, BNN Pusat telah melakukan survey prevalensi penggunaan narkoba di 34 provinsi, Sumatera Utara berada pada urutan pertama sebagai penyalahguna narkoba terbanyak di Indonesia.

Atrial dalam paparannya pada Implementasi Instruksi Presiden No 02 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika Tahun (P4GN) dan Program Desa Bersinar di Wilayah Kabupaten Samosir yang dilangsungkan di Aula Kantor Bupati Samosir, Jumat (20/11).

Bupati diwakili Sekdakab Samosir Drs Jabiat Sagala, MHum bersama unsur Forkopimda Kabupaten Samosir dan Pimpinan OPD menerima kunjungan kerja dan audiensi Kepala BNNP Sumatera Utara itu beserta Kepala BNN Kota Pematang Siantar Drs Tuangkus Harianja, MM dan jajarannya.

Brigjen Atrial juga mengatakan bahwa masalah narkoba sudah menjadi masalah nasional. Untuk itu Presiden mengeluarkan Inpres sebagai aksi nasional dalam pencegahan dan pemberantasan dan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika nasional.

Karena selama ini tugas-tugas pemberantasan narkotika dan pencegahannya banyak tertumpu di BNN. Diharapkan dengan Inpres ini seluruh masyarakat bersama dengan 10 instansi pemerintah yang ada dalam Inpres tersebut dapat melaksanakan P4GN.

Sekdakab Samosir Jabiat Sagala yang menyambut baik kunjungan kerja Kepala BNNP Sumatera Utara dan Kepala BNNK Pematang Siantar itu menegaskan,  penyalahgunaan narkoba adalah ancaman yang serius bagi ketahanan nasional dan bangsa kita, terutama generasi muda.

Kepala BNN Kota Pematang Siantar, Tuangkus Harianja yang membawahi 4 Kabupaten/Kota yang belum memiliki BNNK termasuk Samosir, mengatakan bahwa sebelumnya sudah bersilaturahmi dengan Pjs Bupati Samosir dan sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan dengan langsung mengeluarkan Peraturan Bupati tentang P4GN dan bersamaan dengan itu sudah membentuk Tim Terpadu P4GN untuk Kabupaten Samosir.

Tuangkus berharap dalam permasalahan narkoba ini semua pihak terutama institusi pemerintah untuk ikut mengambil langkah terpadu dan konsisten dalam mendukung pemberantasan narkoba melalui program P4GN dan khususnya kerja sama yang sudah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan BNN Kota Pematang Siantar bisa terus berlanjut dan ditingkatkan lagi kedepannya.

Harapan lainnya disampaikan Tuangkus agar dibentuk Satgas Anti Narkoba atau Ulubalang Anti Narkoba selain desa percontohan untuk bersama-sama mencegah narkoba yang dampaknya sangat luas, tidak terkecuali menjadi penyebab terjadinya begal dan tindak kriminal lainnya karena sudah menjadi pecandu narkoba.

Ia mengajak agar Pemkab Samosir lebih banyak lagi melakukan kegiatan sebelum nantinya pada 2021, BNK Samosir sudah menjadi BNN-K Samosir yang cakupan dan fasilitasnya lebih besar seperti bangunan yang anggarannya mencapai Rp 5 miliar, perekrutan menjadi CPNS dan lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolres Samosir diwakili Wakapolres Samosir Kompol Rahmad Affandi, SE, Kasat Narkoba Polres Samosir, Dandim 0210/TU yang diwakili Kasdim 0210/TU Mayor Arm Ojak Simarmata, Kejari Samosir, Asisten I dan Pimpinan OPD seperti Kesbang, Kominfo diwakili Sekdis Manihuruk dan Kadis Kesehatan dr Nimpan dan lainnya di lingkungan Pemkab Samosir. Juga hadir tokoh agama dan masyarakat, LSM dan media pers.(Jbr)

 111 total views,  6 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *