Ungkapan Kepsek SMPN 2 Purwodadi ‘Wartawan Bak Maling’ Berbuntut Panjang

PASURUAN, JAPOS.CO

Dampak ungkapan ‘wartawan bak maling’ oleh Kepala SMPN 2 Purwodadi berbuntut panjang. Pasalnya hal ini membuat seluruh wartawan se Kabupaten Pasuruan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB) meluruk Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Rabu (18/11/2020).

Sekitar 40 wartawan yang tergabung dalam AJPB mendatangi Disdik Kabupaten Pasuruan. Wartawan Pojok Kiri (Ajis) yang saat itu meliput adanya pembangunan di SMPN 2 Purwodadi, dikatakan bak maling oleh kepala sekolah, sehingga menimbulkan kemarahan para kuli tinta ini.

Ajis dalam paparanya mengatakan, sewaktu mengadakan liputan, dia melihat adanya papan proyek yang menyebutkan adanya pembangunan gedung baru, akan tetapi yang nyata dikerjakan di SMPN 2 Purwodadi adalah rehab.

Sayangnya, Kadisdik saat hendak diklarifikasi tidak berada di tempat sehingga diwakili oleh Hari Mulyono (Sekretaris) dan Solikin (Kabid Dikdas),” sebut dia.

Didik Primadianto, Kepala SMPN 2 Pirwodadi dalam klarifikasinya meminta maaf pada seluruh insan pers. Dirinya berujar, waktu (kejadian) itu dia memang sedang dalam kondisi capek. “Saya memang sempat terpancing emosi sehingga mengatakan hal yang tidak sepantasnya. Saya anggap semua ini hanya guyon tapi tidak taunya ada masalah seperti ini. Siapapun boleh bertamu di tempat saya siapapun itu,” ungkap kepsek.

Sayangnya, kepsek juga mengatakan bahwa dirinya juga menyiapkan kopi, amplop untuk para media yang datang, dan permasalahan yang saat ini terjadi adalah masalah kecil.

“Walaupun saya tidak ada di tempat maka saya juga sudah siapkan baik kopi atau amplop, jangan karena permasalahan kecil begini persaudaraan menjadi rusak,” ucap kepsek.

Suasana memanas kembali sehingga para awak media menjadi lebih panas dalam mengajukan pertanyaan karena statement adanya kata amplop, dan menganggap masalah penghinaan pada insan pers adalah masalah kecil.

Kepala Biro Pojok Kiri, Sulis dalam paparanya merasa tidak terima wartawannya dianggap maling dan meminta adanya rekomendasi pemberhentian Kepala SMPN 2 Purwodadi agar ada efek jera.

“Wartawan Pojok Kiri bukan maling, saya minta adanya rekom pemberhentian Kepala SMPN 2 Purwodadi,” ungkapnya di forum.

Keputusan audensi masih belum bisa diberikan oleh pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan dikarenakan Kepala Dinas masih belum berada di tempat, sehingga harus menunggu sampai kadis ada waktu. Sedangkan awak media memberi jeda waktu 1 minggu atau mereka akan kembali mendatangi kantor Disdik beramai-ramai.(WW)

 337 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *