Pilkada Maros Ternoda Ulah Oknum Penyalur BLT dan Oknum Pegawai PLN 

MAROS, JAPOS.CO 

Hitam-putih menghiasi nuansa perhelatan Pilkada Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Ketua Komando Garuda Sakti-Lembaga Aliansi Indonesia (KGS-LAI) DPC Maros Andi Enal Abidin mencermati prosesi pilkada yang semakin hari membawa tensi konsolidasi yang semakin tinggi dengan cara-cara dan trik masing-masing calon dengan menggerakkan para tim suksesnya menggalang simpati masyarakat pemilih.

Tidak mengenal waktu, siang dan malam menyusuri pelosok-pelosok terdalam dari setiap perkampungan yang dipenuhi oleh para wajib pilih.

Sejauh pengamatan KGS-LAI Maros semua calon bupati dari kandidat nomor 1, 2 dan 3 mempunyai agenda terstruktur dalam menjadwalkan waktu kunjungan dengan mengacu pada aturan yang telah ditetapkan oleh KPU dan hal ini telah dilaksanakan dengan baik oleh para kandidat.

Lalu pertanyannya sekarang, apakah para tim sukses atau relawan dan simpatisan kandidat juga telah bertindak sesuai koridor kepatutan? Hal inilah yang sangat perlu dicermati bersama.

“Untuk itu kami dari KGS-LAI mengangkat isu sentral yang sangat rentan akan menimbulkan gesekan di tengah masyarakat baik yang berhubungan dengan antipati yang salah kaprah ataukah melakukan black compaign atau pembusukan karakter (caracter assasination),” ungkapnya.

Seperti yang terjadi di suatu tempat dimana pembagian undangan menerima BLT (Bantuan Langsung Tunai) tidak disampaikan kepada calon penerima hanya karena berbeda pilihan calon bupati.

Seperti contoh kasus di Dusun Bonto Ramba Desa Bonto Mate’ne Kecamatan Mandai yang menimpa Daeng Haluddin itu sangat tidak mencerminkan prikemanusiaan, perlakuan yang sangat tidak manusiawi.

Kemudian disusul oleh kejadian berikutnya dengan kasus berbeda yang terjadi juga di Kecamatan Mandai adanya seorang yang mengaku petugas PLN dan tersebar di Medsos yang memperlihatkan arogansi yang luar biasa angkuhnya dengan memutus aliran listrik untuk tiga rumah hanya karena mendengar teriakan pemilik rumah yang menyebut nama calon kandidat yang berbeda dengan calon kandidat dari oknum PLN tersebut.

“KGS-LAI sangat mengecam perilaku petugas tersebut yang seakan-akan listrik itu milik nenek-moyangnya,” tegasnya.

KGS-LAI meminta kepada masyarakat yang dirugikan tersebut untuk melapor kepada pihak berwajib atas kerugian moril dan materil yang dialaminya.

“Silahkan melapor, jangan takut. Pasal 29 ayat (1) e Nomor 30 Tahun 2009 tentang ketenaga listrikan bahwa konsumen berhak untuk mendapat ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang diakibatkan kesalahan dan/atau kelalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik sesuai syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli tenaga listrik,” himbaunya.

Maka dengan pasal ini sudah cukup dijadikan palu untuk menancapkan paku pembelaan kepada oknum yang angkuh itu.

KGS-LAI juga berpesan kepada pihak PLN untuk tidak semena-mena  menerapkan tindakan eksekusi pemutusan atau pergantian meteran listrik warga hanya karena keterlambatan pembayaran  Jangan mentang-mentang memiliki peraturan tentang kelistrikan sendiri sehingga pihak PLN bertindak zolim.

Setelah KGS-LAI melakukan investigasi tentang oknum PLN tersebut ternyata simpatisan dari kandidat calon bupati dari simpatisan yang sama pada kasus BLT tadi.

Polemik yang diakibatkan dari kelakuan para simpatisan kandidat itu menjadi preseden buruk dan bumerang bagi kandidat calon itu yang otomatis masyarakat akan berkesimpulan yang sama bahwa betapa tidak simpatiknya nanti apabila dia yang menjadi bupati, belum jadi saja kelakuan simpatisannya seperti penjajah yang seakan memaksakan kehendak apalagi nanti jika memang mereka menjadi pemenang.

“Kami dari KGS-LAI mengharapkan kepada para panitia penyelenggara pilkada untuk memberi pengawasan melekat dan menegur kandidat calon bupati apabila terjadi pelanggaran-pelanggaran yang bersentuhan dengan prosesi pilkada ini,” tukasnya.

“Untuk segenap masyarakat Maros janganlah melupakan filosofi bijak tentang sipakatau sipakalebbi saling menghargai akan hak konstitusi masing-masing karena itu yang lebih bijak,” tandasnya.(Kiem)

 1,828 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *