Parit Candi Padang Roco Membentang Batang Hari

DHARMASRAYA, JAPOS.CO

Literasi peradaban Kerajaan Dharmasraya berpusat di percandian Padang Roco semakin membuktikan literasi situs Candi Muara Jambi, Candi Muara Takus, Candi/Bahal Portibi, hingga Candi Dharmasraya seperti peninggalan Hindu/Buddha. Tetapi banyak pendapat mengatakan bahwa candi yang ada di Swarna Bhumi Dharmasraya adalah pernapasan Candi Buddha dan terbukti mereka menganut tradisi tirtayana dalam melakukan sistem adatnya yang juga penganut tirtayana Buddha di Jawa.

Parit atau disebut juga benteng pertahanan dan juga irigasi untuk pertanian sewaktu kerajaan ini ada.

Parit Candi Padang Roco digunakan untuk benteng pertahanan oleh Kerajaan Sewarna Bhumi Dharmasraya yang membujur dari barat ke timur dan mengarah ke selatan pada sisir Sungai Batang Hari.

Parit Candi Padang Roco saat ini tidak terurus dan telah banyak pula berubah karena usia sudah tua dan diperkirakan dibuat dari Kerajaan Malayu Tribhuwana Raja pada tahun 1286 Masehi.

Parit atau benteng ini berakhir pada Raja Dharmasraya yaitu ketika Adityawarman memerintah pada tahun 1347-1375M yang mempunyai seribu candi di Dharmasraya. Hingga saat ini baru dipugar Candi Padang Roco, Candi Awang maubiek, dan Candi Pulau Sawah.

Parit yang ada di Candi Pulau Sawah digunakan untuk irigasi pertanian sewaktu itu, maka disebut oleh raja Adityawarman sebagai Dharmasraya merupakan daerah subur karena menganut sistem tirtayana.

Jadi parit di kerajaan Melayu Dharmasraya digunakan sebagai benteng pertahanan dan pertanian.(Erman Chaniago)

 952 total views,  9 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *