Mengaku Miliki Izin, Acong Pemilik Pabrik Jeli Nata De Coco Dinilai Buat Kegaduhan

PEKANBARU, JAPOS.CO – Acong (Hendrik) pemilik dua pabrik jeli Nata de Coco mengaku miliki izin usaha perdagangan kecil dan izin retribusi bidang perdagangan.

Sementara, Dinas Koperasi Perdagangan dan UMKM melalui Kabid Pengawasan dan Distribusi barang Wira Sastra saat dikonfirmasi awak media menyatakan tidak pernah mengeluarkan rekom izin dagang jeli Nata de Coco milik PT Tirta Mulia Sejati.

“Kami tidak pernah mengeluarkan rekom terkait yang PT Tirta ini,dan tidak ada didata kami, ” ungkap Wira Sastra didampingi kasi Susan, Senin (19/10 ) lalu.

Dan ditambah, dengan pernyataan DPM PTSP melalui kabid Dinas penanaman modal pelayanan terpadu satu pintu sofiandi menyatakan pabrik jeli Nata de Coco milik acong alias Hendrik tidak pegang sejumlah izin diantaranya izin penanam modal, izin IMB, izin lingkungan dan izin sertifikat tanah atas nama perusahaan.

Sebelumnya, Acong (Hendrik) dilaman Facebook Hendrik Cello,milik acong sendiri mengaku kedua usaha Pabrik jeli Nata de Coco miliknya,yang terletak di RT 36 Rw 4 Dusun 1Sei Siban Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar diduga didatangi sejumlah oknum TNI, wartawan dan Ormas IPK. Hingga ia mengutuk keras atas kedatangan oknum-oknum tersebut.

Selain itu, Acong juga mengaku memiliki sejumlah izin yaitu izin halal, izin pemasangan media reklame, izin usaha perdagangan kecil, izin retribusi bidang perdagangan dan tanda izin industri, Serta Ia juga mengaku mempekerjakan karyawan sebanyak lebih kurang 50 orang.

Namun kenyataannya, pihak Dinas Koperasi perdagangan dan UMKM Kabupaten Kampar tidak pernah mengeluarkan rekom izin dagang jeli Nata de Coco milik acong.

Ironisnya, DPRD Kab Kampar saat melakukan sidak kelokasi pabrik jeli Nata de Coco milik Acong yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kab Kampar Komisi III Zulfan Azmi, terkesan dikelabui.

Menurut pihaknya, melalui Maju Marpaung saat dikonfirmasi waktu itu menyampaikan pabrik jeli Nata de Coco yang terletak dekat aliran sungai, acong mengaku, pabrik tersebut atas nama orang lain.

Hal ini, Acong dinilai mengelabui anggota DPRD Kab Kampar saat lakukan sidak ke pabrik nya,dimana Acong tidak menunjukkan usaha nya yang dekat aliran sungai.

Pasalnya atas kejadian ini, masyarakat menilai, pernyataan Acong alias Hendrik dilaman Facebook nya Hendrik Cello baik dimedia online dan media TV yang dibuatnya itu dianggap bisa berpotensi menimbulkan kegaduhan podelemik ditengah masyarakat.

Dan sebelumnya, perlu diketahui, masyarakat Desa Karya Indah Kec Tapung Kab Kampar atas nama warga RT 24 dan RT 36 Rw 4 Dusun 1 Sei Siban telah melaporkannya secara tertulis ke pada Bupati Kampar dengan tembusan sejumlah instansi termasuk Penegak hukum Polres Kampar.

Namun hingga sekarang belum ada penindakan yang tegas. Seolah-olah, pabrik jeli Nata de Coco milik Acong yang sudah beroperasi lebih kurang empat tahun tidak pegang sejumlah izin terkesan kebal dengan hukum Pemda Kampar.(Dh)

 220 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *