BPN Trenggalek Bagikan 121 Sertifikat Tanah Program PTSL Desa Ngulanwetan

TRENGGALEK, JAPOS.CO – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Trenggalek membagikan 121 sertifikat tanah pada warga Desa Ngulanwetan, Kecamatan Pogalan yang masuk dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Penyerahan sertifikat yang dihadiri pula jajaran tiga pilar tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol Covid-19 yakni membagi jadwal menjadi beberapa tahap.

Hal itu disesuaikan dengan aturan yang berlaku bahwa selama pandemi ini kegiatan yang menimbulkan kerumunan, maksimal boleh dihadiri 50 orang. Selain juga, bagi para hadirin tetap diwajibkan memakai masker dan mengatur jarak aman.

Petugas pelaksana kegiatan PTSL dari BPN Kabupaten Trenggalek, Sulistyo Perdopo, yang juga merupakan Ketua Ajudikasi Tim 2 mengatakan jika program PTSL tersebut dilaksanakan sebagai salah satu alternatif proses pendaftaran tanah yang dilakukan secara serentak, meliputi semua obyek pendaftaran tanah di dalam suatu wilayah baik di desa ataupun kelurahan.

“Kami lakukan pengukuran luas bidang tanah dengan sasaran semua tanah yang ada di wilayah desa atau kelurahan untuk dibuatkan sertifikat sebagai jaminan kepastian hukum atas tanah yang dimiliki secara adil dan merata,” kata dia, Senin (26/10/2020).

Program PTSL ini, lanjut Perdopo diawali dengan proses pendaftaran sejak Januari 2020 dan dijadwalkan akan selesai pada akhir tahun berjalan. Dengan asumsi luasan lahan dan kemungkinan realisasi administrasi, khusus untuk Desa Ngulanwetan mendapat jatah sekitar 600 bidang. Rencananya, akhir tahun 2020 seluruh bidang tanah di Desa Ngulanwetan yang tercover program PTSL Tahun 2020 ini sudah terselesaikan semua. Namun, karena adanya wabah virus Corona yang melanda dihampir seluruh Indonesia sejak bulan Pebruari maka program PTSL akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi dilapangan.

“Karena tidak bisa terselesaikan semua tahun ini, proses akan dilanjutkan Tahun 2021 mendatang dengan jumlah kuota keseluruhan untuk Desa Ngulanwetan sebanyak 1548 bidang tanah,” imbuhnya.

Disinggung mengenai jumlah pemohon pada tahun ini, dirinya (Sulistyo Perdopo) mengungkapkan bahwa di Desa Ngulanwetan ada pengajuan sekitar 700 bidang tanah. Sedangkan yang telah memenuhi persyaratan dan terverifikasi sejumlah 294 bidang.

“Saat ini telah terbit 123 sertifikat, sedangkan sisanya nanti akan diselesaikan pada program lanjutan di tahun 2021 sekaligus menuntaskan seluruh kekurangan target lahan yang ada,” jelas Ketua Ajudikasi Tim 2 yang juga sebagai Kasi hubungan hukum pertanahan BPN Kabupaten Trenggalek itu.

Sementara itu, Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) PTSL Desa Ngulanwetan, Sukar Solikin menyebut jika melalui program PTSL ini warga sangat terbantu dalam memperoleh kepastian hak kepemilikan tanah mereka. Sebab, selama ini dengan belum adanya bukti kepemilikan lahan, sangat rawan terhadap terjadinya konflik.

“Yang kami serahkan kepada pemohon hari ini sebanyak 121 sertifikat, untuk 2 sertifikat sudah diterima pemilik pada acara penyerahan secara simbolis oleh Gubernur Jatim beberapa waktu lalu dipendopo. Dan disini, kami bersama tim mentargetkan di Tahun 2021 seluruh bidang tanah yang ada di Desa Ngulanwetan semuanya sudah memiliki sertifikat,” pungkasnya. (Her)

 162 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *