Kejari Bangkinang Bakal Tindaklanjuti Laporan Dugaan Pungli Modus Dana Paguyuban dan LKS

PEKANBARU, JAPOS.CO – Terkait laporan dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan SMP di Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar dengan modus dana paguyuban, penjualan LKS, dana pembelian buku dan lain-lain.Kejaksaan Negeri Bangkinang akan mengungkap kasus tersebut. Hal itu disampaikan Kasi Intel Kejari Bangkinang Sivanus.

” Laporan sudah kita terima, nanti akan kita tindaklanjuti,” kata Sivanus.

Namun menurut Sivanus berhubungan pandemi Covid-19, pihaknya akan tindaklanjuti mengikuti sesuai SOP.

“Prinsipnya semua laporan pasti kita tindaklanjuti, apalagi yang bersifat resmi ,” terang Kasi Intel kejari Bangkinang Sivanus saat dikonfirmasi melalui  seluler,Rabu (21/10).

Sementara itu, Ketua DPD LSM Tamperak Kabupaten kampar berharap yang berbau pungutan liar terutama di sekolah dapat dibrantas dengan penegakan hukum yang berlaku.

“Kita berharap,dugaan praktek pungli yang berbaur pungutan liar yang membebani peserta didik dan orang tua murid disekolah dapat diberantas. Jika nantinya, dugaan praktek pungli tersebut memenuhi unsur, dan berharap penegakkan hukum demi hukum dapat direalisasikan kepada terduga oknum pelaku.” harap Anar Nainggolan saat dikonfirmasi melalui seluler,Kamis ( 22/10).

Sebelumnya, hal ini dilaporkan berdasarkan bukti-bukti yang telah disimpulkan DPD LSM Tamperak kampar dan jawaban dari surat klarifikasi yang di layangkan kepihak SMP pada bulan lalu.Dimana jawaban pihak sekolah telah mengakui melakukan pengutipan berbagai macam pungutan.

Pada hal sudah jelas ada larangan pungutan berdasarkan Kepres No 87 tahun 2016 Tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar.
Sebagimana awalnya informasi diketahui dari siswa dan Wali murid SMP Asisi kota Batak dan SMP negeri 8Tapung diduga mereka dilibatkan sejumlah pungutan oleh pihak sekolah dengan modus mengatasnamakan dana paguyuban. (Dh)

 244 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *